BENGKULU SELATAN, Radarseluma.Disway.id - Petani karet di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) menjerit. Pasalnya, harga jual karet di Bengkulu Selatan, anjelok. Tidak heran petani sudah banyak berali fungsi ke tanam sawit.
Faharudin (37) salah satu petani karet warga Bengkulu Selatan, mengatakan bahwa harga karet saat ini anjlok, per kg Rp 9 ribu. Bahkan sebelumnya per kg sempat Rp.5 ribu.
"Kondisi anjloknya harga karet sudah menahun membuat petani menjerit karena menggantungkan kehidupan pada mata pencarian menyadap karet,"ujar Faharudin.
Dikatakan Faharudin, karet menjadi tulang punggung sebelum kehadiran sawit, karena harga tak menjanjikan sehingga banyak yang berali fungsi. Akibat harga karet tak menentu.
"Selama ini karet telah menjadi tulang punggung ekonomi selama puluhan tahun, namun harga yang tidak menentu seperti sekarang membuat ekonomi kami sulit bangkit,"gumam Faharudin.
BACA JUGA:JAFF Market Tampilkan Perkembangan Industri Kreatif Indonesia di Cannes Film Festival
Oleh karena itu, harga karet sekarang anjlok ke angka Rp 9000 per kilogram di tingkat petani. Maka diharapkan pemerintah pusat/provinsi dalam hal ini Pak Gubernur Helmi Hasan memperjuangkan nasip petani karet, agar terbantunya harga karet. Sebab harga ban mobil sekarang ini mahal. Artinya, karet di petani bisa diangkat harganya mencapai Rp.15000 per kg.