JAFF Market Tampilkan Perkembangan Industri Kreatif Indonesia di Cannes Film Festival
Proyek JAFF Market yang Dipresentasikan di Cannes--
Jakarta, Radarseluma.Disway.id – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), salah satu festival Film terkemuka di Asia, kembali hadir di Cannes Film Festival tahun ini dengan delegasi yang solid untuk merayakan edisi ke-20 yang akan datang. JAFF Market, sebagai platform industri profesional JAFF, hadir di Marché du Film dengan sejumlah kemitraan dan proyek unggulan.
BACA JUGA:Innovation Summit Southeast Asia 2025 - Inovasi, Didorong Manfaat, Dirasakan Masyarakat
BACA JUGA: Okupansi Whoosh Capai di Atas 80%, Saat Arus Balik Liburan
Proyek JAFF Market yang Dipresentasikan di Cannes
Tahun ini, JAFF Market dengan bangga mendukung sejumlah sineas, studio, produser, dan proyek Indonesia yang berpartisipasi di Cannes. Salah satunya adalah Pangku, film drama coming-of-age berlatar krisis ekonomi Indonesia tahun 1998, yang juga menjadi debut penyutradaraan aktor ternama Indonesia Reza Rahadian. Film ini pertama kali diperkenalkan melalui JAFF Future Project 2024, memenangkan White Light Post-Production Award, dan akan diputar dalam program “HAF Goes to Cannes” di Marché du Film sebagai representasi kekuatan cerita sinema Indonesia.
Tak hanya Pangku, tiga proyek IP original dari JAFF Content Market 2024 juga akan dibawa ke program Spotlight Asia - Asian IP Adaptation: Showbox Masterclass & Pitching Session di Marché du Film, menegaskan upaya JAFF Market mendorong kisah-kisah Indonesia ke panggung dunia:
BACA JUGA:Diseluma DPRD Tanpa Ketua. Apakah Kabupaten Seluma Akan Buat Sejarah Tanpa Ketua DPRD?
· Locust dari penerbit independen Kosmik, yang didirikan oleh komikus senior Sunny Gho. Sunny dikenal berkontribusi dalam proyek-proyek besar Marvel, DC Comics, dan Star Wars, serta aktif membangun ekosistem komik independen di Indonesia melalui Kosmik dan JICAF.
· Bandits of Batavia oleh Bryan Valenza dan studionya, Beyondtopia. Bryan dikenal secara global atas karyanya dalam Venom: Lethal Protector, Batman & The Joker: The Deadly Duo, serta berbagai judul di Image Comics. Proyek terbarunya ini menggabungkan folklore Indonesia dengan narasi visual yang modern dan dinamis.
· Jitu, dari Caravan Studio, didirikan oleh ilustrator dan desainer Chris Lie. Caravan Studio telah terlibat dalam proyek besar seperti Game of Thrones, Transformers, Star Wars, dan Shazam, serta bekerja sama dengan perusahaan ternama seperti Sony, Konami, Mattel, dan Marvel Comics.
Sumber: