"Kami sangat berharap harga karet bisa naik lagi, dalam mewujutkan petani sumeringa,"jelas Faharudin.
Ia juga menambahkan keprihatinan terhadap kondisi petani hingga harga karet tidak stabil dibanding harga sawit per kg Rp 2000 bahkan 3000 per kg. Pemerintah diharapkan bisa hadir memberi solusi nyata, baik dengan menstabilkan harga, mencarikan pasar alternatif, untuk meningkatkan kualitas dan daya tawar hasil karet.
BACA JUGA: Okupansi Whoosh Capai di Atas 80%, Saat Arus Balik Liburan
"Sejujurnya penurunan harga karet berdampak langsung pada penghasilan petani, dan terutama mereka yang tidak memiliki sumber pendapatan lain selain dari menjual karet. Biaya operasional menyadap dan merawat kebun karet pun kian sulit ditiban dengan harga jual yang rendah,"keluh Faharudin.(yes)