Ibadah Tanpa Ilmu: Hati-Hati Jatuh ke dalam Kelalaian

Senin 12-05-2025,11:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُور

، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Artinya: "Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara baru dalam agama, karena setiap yang baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan."
(HR. Abu Dawud no. 4607, shahih)

Ibadah yang dilakukan tanpa ilmu juga membuka peluang besar untuk riya’—yaitu beramal karena ingin dipuji manusia, bukan karena Allah. Riya’ merupakan syirik kecil yang bisa menghapus pahala amal.

Menuntut Ilmu adalah Kewajiban Sebelum Beramal

Menuntut ilmu sebelum beramal adalah prinsip dasar dalam Islam. Para ulama seperti Imam Bukhari dalam Shahih-nya meletakkan bab “Ilmu sebelum berkata dan beramal” (باب العلم قبل القول والعمل) sebagai pengingat bahwa setiap amalan harus dilandasi oleh ilmu.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ibnu Majah yang mana berbunyi: 

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya; "Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224)

Imam Ahmad berkata, “Manusia lebih butuh kepada ilmu daripada makanan dan minuman. Sebab makanan dan minuman dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.”

BACA JUGA:Tanda-tanda Hati Yang Bersih Dan Lembut Di Bulan Dzulqa'dah

Contoh Nyata: Shalat Tanpa Ilmu

Betapa banyak orang yang melakukan shalat, tetapi tidak tahu rukun-rukun dan syarat sah shalat. Akibatnya, ibadah tersebut menjadi sia-sia atau bahkan tidak sah. Padahal, Rasulullah SAW telah mencontohkan dengan rinci tata cara shalat dan bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi: 

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

Artinya: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Bukhari no. 631)

Bagaimana bisa seseorang meniru Nabi dalam shalat jika ia tidak pernah belajar?

Kategori :