Dzulqa’dah: Waktu Emas untuk Menyembuhkan Luka Batin

Senin 12-05-2025,11:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Salah satu penyebab luka batin adalah sulitnya menerima kenyataan hidup. Dzulqa’dah dapat menjadi momen reflektif untuk memupuk kesabaran, sebagaimana dicontohkan oleh para nabi.

Allah SWT berfirman tentang kesabaran Nabi Ayyub AS sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Shad ayat 44 yang mana berbunyi: 

إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (kepada Allah).” (QS. Shad: 44)

Dengan meneladani kesabaran Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian, kita diajak untuk tidak larut dalam luka, tetapi bangkit dan mengikhlaskan, karena setiap luka akan sembuh jika disirami dengan sabar dan tawakal.

Dzulqa’dah bukan hanya sekadar transisi menuju bulan haji. Ia adalah bulan yang disucikan, penuh ketenangan, dan penuh kesempatan untuk menyembuhkan luka-luka batin yang selama ini kita pendam. Ia menawarkan ruang spiritual yang sangat dalam bagi siapa pun yang ingin memperbaiki hubungan dengan Allah dan diri sendiri.

Mari jadikan bulan Dzulqa’dah sebagai ruang refleksi, saat untuk beristirahat dari hiruk-pikuk dunia, dan momentum untuk menyembuhkan luka jiwa. Sebab, tidak ada luka yang terlalu dalam jika kita punya Allah sebagai tempat kembali.(djl)

 

Kategori :