Artinya: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Hadits lain, Nabi Muhammad Rasulullah SAW juga sangat menekankan pentingnya kehadiran di masjid untuk berjamaah, sampai-sampai beliau mengancam orang-orang yang meninggalkan Shalat berjamaah tanpa uzur sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ
Artinya: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan agar dikumpulkan kayu bakar, lalu aku perintahkan azan, kemudian aku suruh seseorang mengimami shalat, lalu aku datangi orang-orang yang tidak menghadiri Shalat berjamaah dan membakar rumah-rumah mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan betapa pentingnya Shalat berjamaah dalam Islam. Rasulullah SAW tidak main-main dalam mendidik umat agar menjadikan Masjid sebagai pusat kehidupan spiritual mereka.
BACA JUGA:Bersikap Lembut dan Pemaaf: Akhlak Mulia yang Diperkuat di Bulan Dzulqa'dah Ini
Masjid sebagai Tempat Mendekatkan Diri kepada Allah
Masjid bukan sekadar tempat untuk melakukan Shalat lima waktu. Masjid adalah tempat membaca Al-Qur'an, berzikir, mendengarkan Majelis ilmu, dan mempererat silaturahim sesama Muslim. Allah SWT memuliakan rumah-Nya dengan menyebutnya dalam firman-Nya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Nur ayat 36 yang mana berbunyi:
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
Artinya:;"Di rumah-rumah (masjid) yang telah diperintahkan Allah untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya..." (QS. An-Nur: 36)
Masjid menjadi tempat untuk menumbuhkan Ketaqwaan, memperbaiki akhlak, dan memperkuat semangat ukhuwah. Di bulan suci, Masjid menjadi tempat pembinaan ruhani yang sangat strategis, karena suasana keimanan sedang memuncak.
Mendidik Anak-anak untuk Cinta Masjid
Mencintai masjid bukan hanya tugas individu, tapi juga kewajiban kolektif. Orang tua perlu mengajarkan anak-anak mereka untuk cinta Masjid sejak kecil. Rasulullah SAW sendiri mencontohkan bagaimana beliau membiarkan cucunya Hasan dan Husain bermain di Masjid, bahkan ketika beliau sedang Shalat. Ini menunjukkan bahwa Masjid juga tempat mendidik generasi umat.
BACA JUGA:Tanda-tanda Hati Yang Bersih Dan Lembut Di Bulan Dzulqa'dah
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Cinta kepada Masjid dan Shalat berjamaah adalah cerminan dari iman yang hidup. Bulan-bulan suci adalah waktu terbaik untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Masjid dan komunitas Muslim. Meramaikan Masjid bukan hanya ibadah personal, tapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kejayaan Islam. Semoga hati kita senantiasa terpaut pada rumah Allah dan kita termasuk golongan yang mendapat naungan-Nya kelak di hari Kiamat.
Mari jadikan Masjid sebagai bagian dari hidup kita. Ajak keluarga, tetangga, dan sahabat untuk mencintai Masjid, agar berkah dan rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. (djl)