Puasa sunnah
Shalat sunnah rawatib dan tahajud
Sedekah
Memperbanyak dzikir dan istighfar
Tilawah Al-Qur’an
Menjaga lisan dari ghibah dan maksiat
Dzulqa’dah dan Persiapan Haji
Dzulqa’dah juga menjadi bulan persiapan untuk ibadah haji, karena jamaah haji mulai berangkat ke Tanah Suci pada bulan ini. Ibadah haji sendiri dilakukan pada bulan Dzulhijjah, namun segala persiapan mental, fisik, dan spiritual dilakukan di bulan Dzulqa’dah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 197 yang mana berbunyi:
"الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ"
(Surah Al-Baqarah: 197)
Artinya:
"Musim haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah diketahui." (QS Al-Baqarah: 197)
Para ulama menjelaskan bahwa bulan-bulan haji itu adalah: Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah. Maka Dzulqa’dah menjadi bulan penuh makna dalam membentuk kesiapan spiritual sebelum menyempurnakan rukun Islam kelima.
BACA JUGA:Menjaga Adab dalam Bertutur Kata di Bulan Dzulqa’dah
Keutamaan Amal pada Bulan Haram
Karena Dzulqa’dah termasuk bulan haram, maka perbuatan dosa di bulan ini menjadi lebih berat dosanya. Demikian juga amal saleh lebih besar pahalanya. Imam Qatadah rahimahullah berkata yang artinya:
"Berbuat zalim di bulan haram lebih besar dosanya dibanding bulan lainnya, meskipun berbuat zalim itu tetap dosa di waktu lain."(Tafsir Ath-Thabari, 14/238)
Oleh karena itu, umat Islam sepatutnya menjaga diri dari maksiat, memohon ampun, dan lebih giat dalam beribadah, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi sebagai mana berbunyi: