4. Meningkatkan Sedekah dan Kebaikan Sosial
Bulan Dzulqa’dah bisa menjadi sarana meningkatkan empati kepada fakir miskin, anak yatim, atau kaum lemah lainnya sebagai bentuk persiapan spiritual menuju Dzulhijjah dan hari-hari mulia.
BACA JUGA:Bulan Dzulqa’dah: Waktu untuk Perbaikan Hubungan dengan Sesama
Dzulqa’dah: Jalan Menuju Dzulhijjah dan Hari Arafah
Secara strategis, Dzulqa’dah menjadi jembatan menuju salah satu puncak ibadah dalam Islam, yaitu ibadah haji di bulan Dzulhijjah. Ia ibarat "pintu awal" menuju kedekatan ilahiyah secara intens melalui wukuf di Arafah, penyembelihan qurban, dan takbir Idul Adha.
Persiapan spiritual menuju hari-hari itu harus dimulai sejak Dzulqa’dah, agar hati benar-benar siap menyambut kedatangan bulan yang sangat agung. Sebagaimana orang yang akan berhaji, mereka mulai berihram dan melakukan perjalanan sejak awal Dzulqa’dah.
Dzulqa’dah sebagai Titik Tolak Perjalanan Menuju Allah SWT
Dzulqa’dah bukanlah sekadar bulan biasa. Ia adalah bulan haram, bulan penuh peluang, dan titik awal dari pendakian spiritual menuju ridha Ilahi. Di tengah dunia yang sibuk, Dzulqa’dah mengajarkan kita untuk diam sejenak, mengatur langkah, memperbaiki niat, dan menyiapkan bekal menuju perjalanan panjang: perjalanan menuju Allah.
Mari kita isi bulan ini dengan refleksi, amal shaleh, dan semangat memperbaiki diri. Sebab siapa yang memulai langkahnya di bulan mulia ini dengan ikhlas, maka insyaAllah Allah akan mudahkan ia sampai pada tujuan: surga dan ridha-Nya. (djl)