Refleksi Diri: Apa yang Sudah Kita Tinggalkan Demi Allah?

Senin 05-05-2025,11:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Setiap insan mukmin sejatinya hidup dalam perjalanan panjang menuju Allah. Dalam perjalanan itu, setiap langkah, pilihan, dan pengorbanan harus senantiasa didasari oleh niat untuk mendapatkan ridha-Nya. Maka, penting bagi kita untuk sejenak merenung dan bertanya kepada diri sendiri: "Apa yang sudah aku tinggalkan demi Allah?" Pertanyaan ini bukan sekadar ungkapan, tetapi cermin keikhlasan dalam beribadah dan bukti cinta kita kepada Sang Pencipta.

Banyak orang berkata mencintai Allah, namun sedikit yang benar-benar membuktikannya dengan meninggalkan apa yang tidak Allah sukai. Maka dari itu, momen-momen setelah Ramadhan, bulan Syawal, atau bulan-bulan lainnya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri atas segala perbuatan kita.

BACA JUGA:Menghidupkan Malam di Bulan Dzulqa’dah: Tradisi Ulama Salaf

Meninggalkan Sesuatu Demi Allah: Bukti Cinta Sejati

Cinta sejati kepada Allah dibuktikan dengan sikap rela meninggalkan apa pun yang bertentangan dengan syariat-Nya, sekalipun sesuatu itu tampak menyenangkan bagi nafsu. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 37-41 yang mana berbunyi: 

فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ (37) وَآثَرَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا (38) فَإِنَّ ٱلْجَحِيمَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ (39) وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ (40) فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ (41)

Artinya: "Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)." (QS. An-Nazi’at: 37-41)

Ayat ini menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupan akhirat sangat ditentukan oleh kemampuannya menahan diri dan meninggalkan syahwat demi Allah. Ia sadar bahwa dunia hanyalah tempat ujian, sementara akhirat adalah tempat yang abadi.

BACA JUGA:Meneladani Akhlak Muhammad Rasulullah Nabi SAW di Bulan-bulan Haram

Hadits Tentang Pahala Meninggalkan Sesuatu Demi Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi: 

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا ٱتِّقَاءَ ٱللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا أَعْطَاكَ ٱللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ

Artinya: "Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla, melainkan Allah akan menggantikan bagimu dengan sesuatu yang lebih baik darinya."
(HR. Ahmad, no. 23074)

Hadits ini menjadi penguat keyakinan bahwa setiap pengorbanan yang kita lakukan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia. Bahkan, Allah menjanjikan ganti yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat. Maka, tidak ada kerugian bagi orang-orang yang menahan diri dari kemaksiatan atau meninggalkan harta haram demi taqwa kepada Allah.

Kategori :