مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا، غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
Artinya: "Tidaklah seorang hamba Muslim shalat setiap hari dua belas rakaat sunnah (bukan wajib) karena Allah, kecuali Allah akan membangunkan baginya rumah di Surga." (HR. Muslim)
BACA JUGA:Meneladani Kesabaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW di Bulan Dzulqa’dah
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Bulan Dzulqa’dah adalah kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh. Tidak harus amalan berat atau yang membutuhkan biaya besar. Dzikir, istighfar, sedekah kecil, menjaga silaturahmi, dan memperbanyak shalat sunnah adalah contoh amalan ringan namun bernilai besar di sisi Allah. Justru di bulan-bulan haram inilah amal diperhitungkan dengan lebih serius oleh Allah SWT.
Mari manfaatkan bulan Dzulqa’dah ini dengan amalan-amalan sederhana yang bisa kita lakukan sehari-hari. Jangan tunda untuk berbuat baik, karena kita tidak tahu apakah umur ini cukup sampai bulan haram berikutnya. Semoga Allah menerima segala amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-Nya yang dicintai dan dirahmati. Aamiin. (djl)