Selain itu, hari raya Idul Adha dan ibadah qurban merupakan manifestasi dari keikhlasan dan ketundukan kepada perintah Allah.
BACA JUGA:Selain Iman dan Amal Shalih, Inilah 4 Teman Lain yang Setia Menemani Kita di Alam Kubur
3. Bulan Muharram
Bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan bulan haram ketiga. Muharram disebut sebagai "Syahrullah" (bulan Allah) dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa, terutama pada hari Asyura (10 Muharram).
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
«أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم»
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)
4. Bulan Rajab
Bulan ke-7 dan terakhir dari empat bulan haram. Rajab disebut sebagai bulan Allah karena kemuliaannya. Banyak ulama menganjurkan memperbanyak ibadah, istighfar, dan amal shaleh di bulan ini.
Diriwayatkan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Nu'aim yang berbunyi:
رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي
Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (HR. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Peristiwa besar Isra’ Mi’raj diyakini juga terjadi pada bulan Rajab, menambah keistimewaannya dalam sejarah Islam.
1. Keutamaan Amal di Bulan Haram:
Imam Qatadah berkata yang mana berbunyi:
"العمل الصالح أعظم أجراً في الأشهر الحرم، والظلم فيهن أعظم خطيئة"
Artinya: “Amal shaleh lebih besar pahalanya di bulan haram, dan perbuatan dosa lebih besar dosanya di bulan-bulan itu.” (Tafsir Ibnu Katsir)
BACA JUGA:Evaluasi Diri: Apa yang Kita Dapat Setelah Ramadhan dan Syawal?