Radarseluma.disway.id - Ramadhan adalah bulan penuh berkah yang di dalamnya umat Islam berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selama bulan ini, umat Islam berpuasa, memperbanyak ibadah, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Namun, tantangan yang lebih besar muncul setelah Ramadhan berlalu: bagaimana seorang Muslim dapat tetap istiqamah dalam beribadah dan menjaga kualitas keimanan yang telah dibangun selama bulan suci Ramadhan...?
Istiqamah berarti tetap teguh di jalan yang lurus, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara konsisten. Hal ini merupakan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 112 yang berbunyi: فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَ تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ Artinya: "Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Hud: 112) Dari ayat ini, kita memahami bahwa istiqamah bukan sekadar anjuran, tetapi perintah yang harus dijalankan oleh setiap Muslim. Namun, setelah Ramadhan berlalu, godaan Duniawi dan hawa nafsu sering kali membuat kita sulit mempertahankan kebiasaan baik yang telah terbentuk selama bulan suci Ramadhan. BACA JUGA:10 Hari Terakhir: Kesempatan Meraih Ampunan Allah Makna dan Pentingnya Istiqamah Istiqamah dalam Islam memiliki makna yang mendalam, yaitu keteguhan hati dan konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat mengenai nasihat yang dapat ia pegang teguh. Nabi Muhammad Rasulullah menjawab dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ Artinya: "Katakanlah: 'Aku beriman kepada Allah,' lalu beristiqamah lah." (HR. Muslim) Hadist ini menunjukkan bahwa keimanan kepada Allah SWT harus disertai dengan konsistensi dalam beribadah dan berbuat baik. Istiqamah bukan hanya sebatas melakukan ibadah di bulan Ramadhan, tetapi juga mempertahankannya sepanjang hidup. Allah SWT menjanjikan ganjaran besar bagi orang-orang yang istiqamah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 30 yang berbunyi: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah' kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’" (QS. Fussilat: 30) Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah akan membawa ketenangan jiwa dan jaminan surga bagi hamba yang setia dalam keimanan dan amal Shaleh. BACA JUGA:Menjaga Konsistensi Ibadah hingga Akhir Ramadhan Tantangan Istiqamah Setelah Ramadhan Setelah bulan Suci Ramadhan, ada berbagai tantangan yang dapat menghalangi seseorang untuk tetap istiqamah dalam ibadah, di antaranya: Pertama: Kembali ke Rutinitas Duniawi Ketika bulan Suci Ramadhan berakhir, banyak orang kembali disibukkan dengan pekerjaan, bisnis, dan urusan dunia lainnya. Kesibukan ini sering kali membuat seseorang lalai dalam ibadah, seperti Shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, atau berdzikir. Kedua: Godaan Hawa Nafsu dan Syahwat Selama bulan Suci Ramadhan, hawa nafsu lebih terkendali karena Puasa. Namun, setelah bulan Suci Ramadhan, godaan untuk bermaksiat kembali muncul. Nabi Muhammad Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ Artinya: "Sesungguhnya Syetan itu berjalan dalam diri Manusia melalui aliran darah." (HR. Bukhari dan Muslim) Syetan yang sebelumnya dibelenggu selama bulan Suci Ramadhan kembali menggoda Manusia agar kembali kepada kebiasaan buruk. BACA JUGA:Doa dan Amalan yang Dianjurkan di 10 Malam Terakhir Ramadhan Ketiga: Lingkungan yang Kurang Mendukung Lingkungan sekitar sangat memengaruhi keteguhan iman seseorang. Jika seseorang berada dalam lingkungan yang kurang religius, ia akan lebih mudah terpengaruh untuk meninggalkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Suci Ramadhan. Keempat: Kurangnya Motivasi dan Kesadaran Banyak orang merasa semangat beribadah selama bulan Suci Ramadhan karena suasana kolektif yang mendukung. Setelah bulan Suci Ramadhan, semangat ini cenderung menurun, terutama jika tidak ada kesadaran pribadi untuk terus memperbaiki diri. BACA JUGA:Cara Meraih Malam Seribu Bulan (Lailatul Qadar) Cara Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan Agar tetap istiqamah setelah bulan Suci Ramadhan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan: Pertama: Memperkuat Niat dan Tekad Segala sesuatu tergantung pada niat. Jika seseorang memiliki niat yang kuat untuk terus beribadah dan menjaga ketakwaan, maka ia akan lebih mudah mengatasi godaan setelah bulan Suci Ramadhan. Kedua: Menjaga Shalat Lima Waktu dengan Khusyuk Shalat adalah tiang Agama. Jika seseorang menjaga Shalatnya dengan baik, maka ia akan lebih mudah menjaga amal ibadah lainnya. Sebagaimana Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud yang mana berbunyi: إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ Artinya: "Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah Shalatnya." (HR. Abu Dawud) Ketiga: Membaca dan Merenungi Al-Qur'an Al-Qur'an adalah petunjuk hidup yang harus terus dibaca dan diamalkan. Membiasakan diri untuk membaca dan memahami Al-Qur'an setelah bulan Suci Ramadhan akan membantu seseorang tetap dalam ketaatan. Keempat: Menjaga Lingkungan yang Baik Berteman dengan orang-orang Shaleh dapat membantu seseorang tetap dalam ketaatan. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud dan Tirmidzi Rasulallah bersabda yang berbunyi: الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ Artinya: "Seseorang itu mengikuti Agama sahabat dekatnya. Maka hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi sahabatnya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) BACA JUGA:Meningkatkan Ibadah di Penghujung Ramadhan Kelima: Memperbanyak Ibadah Sunnah Puasa Sunnah, Shalat Tahajud, dan amal kebaikan lainnya dapat menjadi benteng dalam menjaga ketakwaan setelah bulan Suci Ramadhan. Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Istiqamah setelah bulan Suci Ramadhan adalah tantangan besar bagi setiap Muslim. Godaan Dunia, hawa nafsu, dan lingkungan sering kali menjadi hambatan untuk tetap berada di jalan kebaikan. Namun, dengan niat yang kuat, menjaga Shalat, membaca Al-Qur'an, memilih lingkungan yang baik, dan terus melakukan ibadah Sunnah, seseorang dapat mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Suci Ramadhan. Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqamah setelah bulan Suci Ramadhan dan menjadikan kita hamba-hamba yang selalu berada di jalan-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 7 yang berbunyi: فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ Artinya: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa." (QS. At-Taubah: 7) Demikianlah yang dapat kita sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.(djl)Istiqamah Setelah Ramadhan: Tantangan Seorang Muslim
Minggu 23-03-2025,14:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan
Tags : #tantangan istiqamah setelah ramadhan
#sesungguhnya allah mencintai orang-orang yang bertaqwa
#radarseluma.disway.id
#menjaga shalat lima waktu dengan khusyuk
#menjaga lingkungan yang baik
#menjaga istiqamah setelah ramadhan
#memperbanyak ibadah sunnah
#membaca dan merenungi al-qur'an
#lingkungan yang kurang mendukung
#kurangnya motivasi dan kesadaran
#kembali ke rutinitas duniawi
#kajian islam
#istiqamah setelah ramadhan: tantangan seorang muslim
#godaan hawa nafsu dan syahwat
Kategori :
Terkait
Selasa 03-02-2026,10:58 WIB
7 Jenis Rumah yang Dicabut Keberkahannya oleh Allah SWT: Peringatan Keras bagi Setiap Keluarga Muslim
Rabu 28-01-2026,13:37 WIB
Misteri Sungai di Dasar Laut: Isyarat Ilmiah yang Telah Termaktub dalam Al-Qur’an
Selasa 27-01-2026,13:43 WIB
Misteri Sungai di Dasar Laut: Isyarat Ilmiah yang Telah Termaktub dalam Al-Qur’an
Terpopuler
Jumat 06-02-2026,20:57 WIB
Usai Resmikan Jembatan Mantan, Gubernur Bengkulu Salurkan Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu
Jumat 06-02-2026,22:07 WIB
164 TKA Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar
Jumat 06-02-2026,23:00 WIB
Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Mitra Strategis Pemerintah
Jumat 06-02-2026,21:04 WIB
Jembatan Matan Rampung Dibangun, Ketua DPR Seluma Apresiasi Perhatian Gubernur Bengkulu ke Seluma
Jumat 06-02-2026,17:39 WIB
Polres Seluma Gelar Aksi Kebersihan di Bendungan Seluma, Dukung Arahan Presiden Wujudkan Indonesia Asri
Terkini
Sabtu 07-02-2026,10:00 WIB
Nia Ramadhani Bantah Isu Perceraian dengan Ardie Bakrie, Tak Ada Orang Ketiga
Sabtu 07-02-2026,09:00 WIB
OTT Ketua dan Waka PN Depok Sempat Kejar-kejaran
Sabtu 07-02-2026,08:00 WIB
Sekda Seluma Ingatkan ASN, Agar Jaga Etika dan Marwah Pemerintah Daerah
Sabtu 07-02-2026,07:23 WIB
Selain Rupiah dan Mata Uang Asing, Emas Juga Mulai Dipakai Pelaku Suap
Sabtu 07-02-2026,07:00 WIB