Salahsatu kades penyangga yang turut hadir di musyawarah, yakni Kades Talang Benuang, Sarwan Effendi. Mengaku hingga saat ini tidak mengetahui berapa orang pekerjaan yang berasal dari desa mereka, atas hal ini diharapkan agar PT SSL dapat memikirkan warga desa penyangga, karena masih banyak yang bingung mencari kerja, sedangkan di dekat desanya sendiri memiliki perusahaan besar.
Kades dan warganya juga mengaku kerap mencium bau menyengat seperti kotoran bewan pada pagi dan sore, terkhususnya saat menjelang subuh.
Dikhawatirkan jika keluhan ini terus dibiarkan, maka ditakutkan kesehatan masyarakat terganggu karena ada ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Kami meminta agar perusahaan dapat segera mengatasi keluhan ini, karena bau limbah ini sangat tidak sedap aromanya, sebaiknya dikelola dengan serius jika perduli terhadap lingkungan dan warga sekitar,"tegas Kades Talang Benuang
Atas keluhan dan permintaan masyarakat ini, Manajer PT. SSL, Widianto mengaku akan segera melaporkan berita acara kepada pimpinan manajemen perusahaan, sehingga keluhan dan keinginan masyarakat desa penyangga dapat segera direalisasikan.
Terkait limbah, diakuinya saat ini perusahaan memang telah melakukan serangkaian upaya, salahsatunya yakni penghijauan disekitar area kolam sehingga nantinya aroma tidak sedap akan diminimalisir.
BACA JUGA:Gagal Menanjak, Truk Fuso Muatan Pasir Terguling di Seluma
BACA JUGA:Honda Brio Mobil Canggih dengan Fitur Modern dan Harga Terjangkau
Selain itu dalam waktu dekat akan berupaya meningkatkan pH pada kolam agar bakteri pengurai limbah dapat bekerja dengan maksimal, sehingga bau busuk yang terdapat dikolam dapat diminimalisir.
Kemudian terkait adanya polusi asap yang dikeluhkan warga, Widianto mengaku akan menindaklanjuti ke pimpinan mereka untuk ditinjau kembali mengenai standarisasi cerobong asap, apabila memang layak ditambahkan ketinggian cerobong asapnya, maka akan segera dilakukan sehingga tidak ada yang dirugikan atas asap yang ditimbulkan dari aktifitas pabrik.