Indeks Literasi Keuangan Masyarakat Bengkulu Rendah BENGKULU - Data OJK Bengkulu menyebutkan Indeks Literasi Keuangan (ILK) Provinsi Bengkulu berada pada angka 34,12 persen, sementara ILK secara nasional pada angka 38,04 persen. Adapun untuk Indeks Inklusi Keuangan (IIK) Provinsi Bengkulu pada angka 85,56 persen dan IIK Nasional yaitu pada angka 76,10 persen. Dijelaskan Kepala OJK Provinsi Bengkulu Toto Adji Siswantoro Indeks Literasi Keuangan masyarakat Bengkulu terbilang masih sangat rendah. Semua ini diketahui berdampak pada akses dan pengelolaan keuangan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga tidak memiliki perencanaan dan tujuan keuangan yang baik, penempatan instrumen investasi yang tidak tepat serta rentan terjebak oleh praktik investasi bodong. \"Kami dari OJK Bengkulu siap memantau pelaksanaan 3 program TPAKD Provinsi Bengkulu. Jadi sampai dengan akhir 2021 ini semoga meningkat dari sisi literasi maupun inklusinya,\" ungkap Tito. Kemudian itu, Gubernur Rohidin Mersyah menginstruksikan kepada TPAKD Provinsi Bengkulu bersama OPD teknis, pihak lembaga keuangan dan instansi terkait , melaksanakan upaya peningkatan literasi dan akses keuangan masyarakat. Lanjut Gubernur Rohidin, terkait peningkatan literasi keuangan masyarakat ini, upaya menghilangkan kesenjangan akses terhadap lembaga keuangan antara masyarakat desa dan kota, kesenjangan akses dan aspek kontrol terhadap industri jasa keuangan antara laki-laki dan perempuan serta kesenjangan yang terjadi antara generasi old dengan generasi milenial harus menjadi perhatian TPAKD Provinsi Bengkulu dan pihak terkait. Selanjutnya terhadap 3 program unggulan TPAKD Provinsi Bengkulu harus betul-betul diaplikasikan ke tengah masyarakat dengan menunjuk langsung eksekutornya. Selain itu, terlaksana dengan baik akses keuangan bagi perangkat desa/ pembukaan rekening bank melalui Dinas PMD Provinsi Bengkulu. \"Jadi simpul-simpul seperti ini, di samping akan meningkatkan indeks literasi keuangan, akses keuangan akan semakin besar, juga akan berujung pada tertib administrasi pemerintah, sehingga juga bermuara pada akuntabilitas dan tercapainya good governance,\" jelas Gubernur Rohidin usai hadir dan membuka sekaligus memberikan pengarahan pada Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu Semester I Tahun 2021, di Ruang Rapat OJK Bengkulu, Selasa (27/4). Di sisi lain, kata Gubernur Bengkulu Rohidin, melaksanakan optimalisasi 1 pelajar/ mahasiswa 1 rekening yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan program bidik misi. \"Tentu target kita bisa dieksekusi di lapangan sehingga masyarakat betul-betul bisa menggunakan akses jasa keuangan ini secara benar dan meninjau angka literasi kita. Termasuk dengan rekening pelajar yang kalau bisa dikenalkan mulai dari tingkat PAUD, terutama sektor jasa keuangan dan asuransi sampai ke perguruan tinggi,\" imbuhnya. (ken)
Rabu 28-04-2021,01:31 WIB
Reporter : Radar seluma
Editor : Radar seluma
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,18:57 WIB
Oknum ASN Salah Satu OPD di Kaur Asal Seluma Dilaporkan Suaminya ke Inspektorat Kaur, Sertakan Bukti
Rabu 22-04-2026,19:23 WIB
Dugaan Perselingkuhan Oknum ASN di Kaur Dilaporkan Suaminya Sendiri ke Inspektorat, Ini Penjelasannya
Rabu 22-04-2026,12:41 WIB
Tanah Wakaf yang Sah: Pengertian, Syarat, Prosedur, dan Dasar Hukumnya di Indonesia
Rabu 22-04-2026,12:00 WIB
Pengamanan Maksimal Dilakukan Polres Seluma Jelang MTQ Mei 2026
Rabu 22-04-2026,12:42 WIB
BGN Klarifikasi Pengadaan Semir dan Sikat Sepatu Rp1,5 Miliar untuk Program SPPI 2025
Terkini
Kamis 23-04-2026,11:04 WIB
“Kiamat: Hari Tanpa Pertolongan, Saat Amal Menjadi Satu-Satunya Penyelamat”
Kamis 23-04-2026,09:00 WIB
Hari Ini Dua Terdakwa Pungli PPG Kemenangan Seluma Diadili!
Kamis 23-04-2026,09:00 WIB
Menteri Perdagangan RI Dorong Pelaksanaan The 2nd IBOS Expo 2026
Kamis 23-04-2026,08:37 WIB
Menaker Minta Perusahaan Perhatikan Latar Belakang Pendidikan Peserta Magang
Kamis 23-04-2026,08:35 WIB