Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Seluma Dikebut, Sinergi TNI dan Warga
Pembangunan jembatan garuda di Seluma--
SELUMA, Radarseluma.disway.id - Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bandung Agung, Kecamatan Semidang Alas Kabupaten SELUMA terus menunjukkan progres positif. Proyek yang dilaksanakan oleh jajaran TNI bersama masyarakat ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung konektivitas wilayah. Khususnya di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
BACA JUGA: Penyaluran KUR oleh BSI Sudah Capai Rp1,65 Triliun, untuk 11 Ribu UMKM
BACA JUGA: Bupati Lakukan Audensi ke Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Perjuangkan Lapter 2
Kegiatan pembangunan yang berlangsung sejak beberapa waktu terakhir tersebut dikerjakan secara gotong royong. Personel TNI bersama warga bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material hingga proses konstruksi jembatan. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya semangat solidaritas dalam upaya membangun infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Danramil 425-04/SAM, Kapten Infanteri Yan Wardana mengatakan bahwa, pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari. Selama ini, akses yang terbatas kerap menjadi kendala bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mendapatkan layanan kesehatan.
"Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, tentunya akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kualitas hidup masyarakat," ujar Kapten Yan Wardana.
Dirinya juga menjelaskan, kondisi geografis di wilayah tersebut sebelumnya cukup menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan yang licin dan medan yang sulit dilalui sering kali menjadi hambatan utama. Bahkan berisiko membahayakan keselamatan warga.
Sumber: