Gawat, Kredit Bank Nganggur Tembus Rp 2.506 Triliun

Gawat, Kredit Bank Nganggur Tembus Rp 2.506 Triliun

Bank Mandiri--

 

Jakarta, Radarseluma.disway.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit nganggur yang belum disalurkan perbankan (undisbursed loan) mencapai Rp 2.506,47 triliun pada Januari 2026. Jumlah itu setara 22,65% dari plafon kredit yang tersedia dan meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang senilai Rp 2.439,2 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pemanfaatan pembiayaan perbankan perlu terus ditingkatkan dari sisi permintaan untuk mengoptimalkan fasilitas kredit tersebut.

 

BACA JUGA: Wakil Gubernur Paparkan 21 Program Unggulan Pemprov di Rapim Polda Bengkulu

BACA JUGA: Kapolda Bengkulu Pastikan Harga Sembako Stabil di Ramadan, Stok Energi Aman

"Pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp 2.506,47 triliun atau 22,65% dari plafon kredit yang tersedia," kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Kamis (19/2/2026).

 

Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap memadai. Hal itu ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54% dan DPK yang tumbuh sebesar 13,48% (yoy) pada Januari 2026.

 

"Minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut," jelas Perry.

 

Tercatat kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan capaian pada Desember 2025 sebesar 9,69% (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh 22,38% (yoy), 4,13% (yoy) dan 6,58% (yoy).

 

Sumber: