Jalan Peninggalan Inggris di Pesisir Rawa Indah–Pasar Seluma Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan

Jalan Peninggalan Inggris di Pesisir Rawa Indah–Pasar Seluma Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan

Jalan peninggalan inggris di Seluma rusak parah--

 

RAWAH INDAH, Radarseluma.Disway.id - Kondisi jalan peninggalan Inggris yang berada di kawasan pesisir Pantai Barat Seluma, tepatnya pada ruas Desa Rawa Indah hingga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma, semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat pesisir tersebut kini dipenuhi kubangan air dan lumpur, terutama saat musim penghujan.

BACA JUGA:Belum Siap Tuntutan, Sidang Tuntutan 7 Terdakwa Korupsi Pembebasan Lahan Pemkab Seluma Ditunda Pekan Depan BACA JUGA:Pemkab Seluma Targetkan PAD 2026 Rp 44 Miliar, DPRD Tekankan Keseriusan dan Inovasi OPD

Masyarakat pesisir Pantai Barat Seluma terus mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu agar segera merealisasikan peningkatan akses jalan tersebut. Pasalnya, jalan sepanjang sekitar 15 kilometer ini merupakan jalur tercepat bagi warga pesisir untuk menuju pusat pemerintahan Kabupaten Seluma, termasuk Kantor Bupati Seluma dan pusat Kota Tais.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir di sepanjang badan jalan terdapat lubang-lubang besar yang tergenang air. Genangan tersebut kerap menutupi kedalaman lubang, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Tak jarang, kendaraan warga terjebak atau mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang rusak parah.

 

Kondisi ini semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Jalan yang sebagian besar masih berupa tanah dan pengerasan sederhana menjadi licin dan sulit dilalui. Akibatnya, aktivitas masyarakat pesisir, baik untuk keperluan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi, menjadi terganggu.

 

Kepala Desa Penago Baru, Salikin mengatakan bahwa, jalan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat pesisir Pantai Barat Seluma. Selain menjadi akses utama menuju pusat kota, jalan ini juga digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

BACA JUGA: Bank Mandiri Ikut Bangun Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang

"Jalan ini sangat vital bagi masyarakat. Sudah lama kami mengeluhkan kondisinya. Saat hujan, hampir tidak bisa dilewati dengan aman," kata Salikin.

 

Dirinya juga mengungkapkan, pihaknya bersama perwakilan masyarakat telah mengajukan proposal perbaikan jalan kepada Gubernur Bengkulu serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Bengkulu. Proposal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pemerintah untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat pesisir.

Sumber: