Terisolasi Sejak 5 Tahun Lalu, Warga Desa Sekalak Harap Jembatan Diperbaiki

Terisolasi Sejak 5 Tahun Lalu, Warga Desa Sekalak Harap Jembatan Diperbaiki

Warga Sekalak sebrangi sungai --

 

 

SELUMA - Sejak pemekaran Kabupaten Seluma, Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara, hingga kini masih berada dalam kondisi terisolasi akibat rusaknya jembatan penghubung utama menuju desa tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jembatan yang telah hanyut sejak lima tahun lalu akibat banjir.

 

Kepala Desa Sekalak, Sudarmono, mengatakan jembatan yang menghubungkan Desa Sekalak dengan Dusun Batu Ampar, Desa Talang Beringin, hanyut diterjang banjir bandang pada 29 April 2020. Sejak saat itu, akses utama warga terputus dan belum mendapat penanganan hingga sekarang.

 

“Sejak jembatan hanyut lima tahun silam, desa kami menjadi terisolasi. Kami sangat berharap setidaknya jembatan menuju desa kami dapat diperbaiki oleh pemerintah. Saat ini kami hanya mengandalkan jalan milik PT BIL, namun kondisinya juga sulit diakses. Itulah satu-satunya jalur yang bisa kami lewati untuk keluar masuk desa,” ujar Sudarmono, Minggu (28/12).

 

Ia menambahkan, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sebagian warga terpaksa menyeberangi Sungai Air Pelubang dengan berjalan kaki atau berenang saat debit air sedang surut. Aksi berisiko ini kerap dilakukan warga demi menghadiri kegiatan sosial seperti hajatan, maupun mengurus keperluan administrasi ke Kantor Camat Seluma Utara.

 

Kondisi ini terjadi karena jembatan bailey buatan TNI yang sebelumnya digunakan masyarakat sebagai akses penghubung telah putus dan hanyut akibat banjir bandang. Sejak rusaknya jembatan tersebut, mobilitas warga menjadi sangat terbatas.

BACA JUGA:Terancam Putus, Jembatan Penghubung Padang Cekur–Pasar Talo Diperbaiki

BACA JUGA:Liburan Pakai Mobil Listrik, Jangan Takut, Berikut Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa

“Meski berbahaya, warga tetap nekat menyeberangi sungai karena tidak ada pilihan lain yang lebih dekat dan aman,” jelasnya.

Sumber: