Kisah Rasulullah SAW dan Mukjizat Al-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan
Radarseluma.disway.id - Kisah Rasulullah SAW dan Mukjizat Al-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan--
Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup umat manusia. Tidak seperti mukjizat para nabi sebelumnya yang hanya berlaku pada masa mereka, mukjizat Al-Qur’an akan tetap terjaga dan relevan hingga akhir zaman. Rasulullah SAW tidak hanya menerima wahyu ini sebagai mukjizat terbesar, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya penerang kehidupan, baik bagi umat Islam maupun seluruh manusia.
Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
﴿قَدْ جَاءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ١٥﴾
"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan (Al-Qur’an)." (QS. Al-Maidah: 15)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang membimbing manusia menuju jalan kebenaran. Rasulullah SAW-lah yang pertama kali meneladani, mengamalkan, dan menyampaikan cahaya tersebut kepada umatnya.
Rasulullah SAW dan Turunnya Al-Qur’an
Kisah turunnya Al-Qur’an dimulai ketika Rasulullah SAW berusia 40 tahun. Saat itu beliau sering menyendiri di Gua Hira untuk bermeditasi dan merenungi keadaan masyarakat Quraisy yang penuh dengan syirik, kebodohan, dan penindasan.
Pada malam 17 Ramadhan, malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama:
﴿ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ ٢ ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ٥﴾
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1–5)
Ayat-ayat ini menjadi pintu pertama mukjizat Al-Qur’an yang mengangkat derajat ilmu, pengetahuan, dan akhlak manusia.
BACA JUGA:Kisah Rasulullah SAW dalam Perjanjian Hudaibiyah: Hikmah Perdamaian
Al-Qur’an sebagai Mukjizat Abadi
Mukjizat para nabi sebelumnya bersifat kasat mata, seperti tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular besar atau mukjizat Nabi Isa yang mampu menyembuhkan orang buta sejak lahir. Namun semua itu berhenti ketika nabi mereka wafat.
Berbeda dengan Rasulullah SAW, mukjizat terbesarnya adalah Al-Qur’an yang tetap hidup, terjaga, dan tidak akan berubah hingga akhir zaman. Allah berfirman:
﴿إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ ٩﴾
"Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9)
Sejak 14 abad lalu hingga hari ini, Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya. Jutaan umat Islam menghafalnya, menyalinnya, dan membacanya dalam shalat setiap hari. Inilah bukti nyata mukjizat yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun.
Al-Qur’an sebagai Cahaya Kehidupan
Rasulullah SAW bersabda:
Sumber: