Usia Malaikat Jibril Tak Seberapa Dibanding Nur Muhammad: Rahasia Cinta Allah Sebelum Segala Ciptaan

Usia Malaikat Jibril Tak Seberapa Dibanding Nur Muhammad: Rahasia Cinta Allah Sebelum Segala Ciptaan

Radarseluma.disway.id - Usia Malaikat Jibril Tak Seberapa Dibanding Nur Muhammad: Rahasia Cinta Allah Sebelum Segala Ciptaan--

Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dunia spiritual Islam menyimpan banyak misteri yang tak sepenuhnya bisa dijangkau oleh akal manusia. Salah satu topik paling menggugah adalah tentang keberadaan Nur Muhammad (Cahaya Muhammad) yang diklaim telah diciptakan Allah SWT jauh sebelum penciptaan Malaikat, langit, bumi, dan bahkan sebelum masa dihitung oleh waktu. Dalam berbagai atsar, hikayat, dan ulasan para ulama serta sufi, dikatakan bahwa usia Malaikat Jibril AS yang sangat agung dan tua itu ternyata belum seberapa dibandingkan usia Nur Muhammad. Pernyataan ini bukan sekadar perbandingan waktu, melainkan pengungkapan keagungan hakikat Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT.

Pembahasan Utama

1. Siapakah Malaikat Jibril?

Malaikat Jibril adalah malaikat yang paling mulia, dikenal sebagai Ruh al-Amin (الروح الأمين), pembawa wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ. عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ

Artinya: "Ruhul Amin (Jibril) menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau menjadi salah satu pemberi peringatan.".(QS. Asy-Syu’ara: 193–194)

Jibril dikenal sebagai Makhluk yang luar biasa, bahkan disebut dalam Hadits sebagai memiliki 600 sayap, dan pernah terlihat Nabi Muhammad SAW dalam bentuk aslinya:

رَأَيْتُ جِبْرِيلَ وَلَهُ سِتُّ مِئَةِ جَنَاحٍ

Artinya: "Aku melihat Jibril, dia memiliki enam ratus sayap." (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, meskipun Jibril merupakan ciptaan Allah SWT yang begitu agung dan kuno, usianya tetap berada dalam batas ruang-waktu penciptaan yang dimulai setelah Nur Muhammad diciptakan.

BACA JUGA:Kisah Jenderal Muslim Khalid bin Al-Walid: Sang Pedang Allah yang Tak Pernah Tumpul

2. Apa itu Nur Muhammad?

Nur Muhammad adalah cahaya pertama yang diciptakan Allah SWT sebelum seluruh Makhluk lainnya. Dalam Hadits Ma’tsur dan keterangan para ulama seperti Imam Al-Qastalani, Imam al-Bajuri, serta para sufi seperti Imam Al-Haddad dan Al-Hallaj, disebutkan bahwa cahaya Muhammad adalah asal dari seluruh ciptaan.

Dalam sebuah Hadits yang dinukil dalam kitab "Tanwir al-Qulub fi Mu'amalat 'Allam al-Ghuyub" karya Syaikh Amin al-Kurdi disebutkan:

أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُورِي

Artinya: "Yang pertama kali Allah ciptakan adalah cahayaku."

Walaupun derajat Hadits ini diperselisihkan, maknanya diterima dalam tradisi tasawuf dan sebagian ulama ahlus sunnah karena dikuatkan oleh banyak atsar dan makna Qur’an secara keseluruhan.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya: 107)

Jika Nabi Muhammad Rasulullah SAW adalah rahmat bagi seluruh alam, maka keberadaan beliau secara spiritual telah ditetapkan sebelum segala sesuatu ada. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika usia Malaikat Jibril pun menjadi kecil dibandingkan Nur Muhammad.

3. Penjelasan Ulama Tentang Perbedaan Usia

Para ulama tafsir dan tasawuf menyampaikan bahwa:

• Nur Muhammad adalah sumber awal ciptaan, yang darinya Allah SWT menciptakan Arsy, lauh, qalam, langit, bumi, malaikat, dan lainnya.

Dalam "Al-Mawahib al-Ladunniyah" karya Imam Al-Qastalani dijelaskan bahwa Allah menciptakan Nur Muhammad 4000 tahun sebelum menciptakan ‘alam semesta dan para Malaikat.

Dalam pandangan Imam Al-Bajuri dalam syarahnya atas Jawharat al-Tauhid, disebutkan bahwa “Nur” ini bukanlah ruh atau jasad, tetapi hakikat nūrāniyah yang dengannya seluruh makhluk dijadikan.

BACA JUGA:Kisah Jenderal Muslim Muhammad Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel, Pemuda Visioner dalam Cahaya Nubuwah

4. Hikmah Spiritual: Kenapa Nur Muhammad Diciptakan Lebih Dahulu?

Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah tujuan penciptaan seluruh makhluk. Dalam ungkapan para sufi sering disebut:

لَوْلَاكَ لَمَا خَلَقْتُ الْأَفْلَاكَ

Artinya: "Kalau bukan karena engkau (Muhammad), Aku tidak akan menciptakan langit dan bumi."

Meskipun Hadits ini tidak memiliki sanad kuat, maknanya sangat mendalam dan diterima oleh sebagian besar ulama dalam konteks maknawi: segala sesuatu diciptakan sebagai pengantar risalah Muhammad SAW.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa usia Malaikat Jibril AS, betapapun tuanya dalam hitungan ciptaan, tetap tidak sebanding dengan Nur Muhammad SAW, yang diciptakan terlebih dahulu sebagai awal dari semua makhluk. Ini bukan sekadar masalah waktu, tetapi masalah keagungan dan posisi spiritual yang sangat tinggi dari Rasulullah SAW.

Keberadaan Nur Muhammad sebagai asal mula ciptaan menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah SAW adalah tujuan utama penciptaan, rahmat bagi semesta, dan sumber segala cahaya ilahi di alam semesta. Maka, mencintai Nabi bukan hanya cinta kepada pribadi, tetapi cinta kepada sumber kehidupan rohani alam ini.

Di era modern ini, ketika banyak umat Islam mulai tercerabut dari akar spiritualnya, mengenal hakikat Nur Muhammad menjadi sangat penting. Ia menjadi jembatan untuk kembali kepada kecintaan sejati terhadap Rasulullah SAW dan memahami makna keberadaan kita di alam ini.

Semoga Allah menanamkan cahaya Nur Muhammad di hati kita, dan menjadikan kita pengikut sejatinya, lahir dan batin.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نُورِ الأَنْوَارِ وَسِرِّ الأَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ الأَبْصَارِ

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad, cahaya segala cahaya, rahasia segala rahasia, dan penawar bagi segala pandangan." (djl) 

Sumber:

Berita Terkait