Doa-Doa Peneguh Hijrah: Menjaga Istiqamah dalam Perjalanan Menuju Allah
Radarseluma.disway.id - Doa-Doa Peneguh Hijrah: Menjaga Istiqamah dalam Perjalanan Menuju Allah--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id -Hijrah dalam Islam bukan hanya sekadar berpindah tempat, tetapi lebih dari itu: hijrah adalah transformasi spiritual dari kegelapan menuju cahaya, dari kehidupan yang jauh dari Allah menuju kehidupan yang lebih dekat kepada-Nya. Namun, setelah proses hijrah itu terjadi, tantangan yang lebih besar datang: bagaimana agar hijrah itu terus bertahan dan tidak luntur oleh godaan dunia? Di sinilah pentingnya doa sebagai peneguh langkah dalam hijrah.
Allah SWT telah menetapkan bahwa hati manusia berada dalam genggaman-Nya. Maka, tidak ada cara paling ampuh untuk menjaga hati agar tetap istiqamah dalam hijrah selain dengan memohon kekuatan kepada-Nya melalui doa. Artikel ini akan menguraikan pentingnya doa dalam menjaga hijrah, dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, serta contoh doa-doa yang dapat diamalkan oleh setiap muslim.
Makna Hijrah dan Pentingnya Istiqamah
Hijrah yang dimaksud di zaman sekarang adalah hijrah dari maksiat kepada ketaatan, dari keburukan kepada kebaikan, dari kebodohan kepada ilmu, serta dari cinta dunia menuju cinta akhirat. Hijrah seperti ini menuntut perjuangan dan konsistensi (istiqamah).
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka..." (QS. Fussilat: 30)
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan istiqamah. Namun, untuk bisa istiqamah, kita memerlukan kekuatan ruhiyah, dan salah satunya adalah kekuatan doa. Doa bukan hanya permintaan, tapi juga bentuk ketundukan total kepada Allah.
BACA JUGA:Hijrah Menuju Komitmen Dakwah yang Istiqamah
Doa sebagai Senjata Mukmin
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda:
الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ
Artinya: “Doa adalah senjata bagi orang mukmin...” (HR. Al-Hakim)
Sumber: