Hijrah Menuju Komitmen Dakwah yang Istiqamah
Radarseluma.disway.id - Hijrah Menuju Komitmen Dakwah yang Istiqamah--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Setiap kali datang bulan Muharram, umat Islam diingatkan kembali pada peristiwa agung hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi tonggak sejarah perubahan arah perjuangan dakwah menuju masyarakat madani. Semangat hijrah sesungguhnya harus tertanam dalam diri setiap Muslim, bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi hijrah nilai, semangat, dan komitmen untuk berdakwah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks kekinian, hijrah adalah momentum untuk meneguhkan tekad dalam menyebarkan nilai-nilai Islam dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Makna Hijrah dalam Al-Qur’an dan Hadis
Dalam Al-Qur'an, Allah menyebutkan keutamaan hijrah dalam banyak ayat. Salah satunya:
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِي ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ
Artinya: “Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa: 100)
Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah di jalan Allah memiliki dimensi spiritual dan sosial. Berhijrah bukan hanya meninggalkan keburukan, tetapi juga melibatkan upaya aktif untuk menyebarkan kebaikan—termasuk melalui jalan dakwah.
Rasulullah SAW bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: “Seorang Muhajir (yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa esensi hijrah adalah perubahan diri menuju kebaikan, menjauh dari larangan Allah, dan itu tidak lepas dari semangat berdakwah agar lingkungan sekitar juga berubah ke arah yang lebih baik.
BACA JUGA:Menyambut Muharram dengan Komitmen Hidup Bersih
Komitmen dalam Dakwah: Kunci Keberhasilan Hijrah Spiritual
Komitmen dalam berdakwah merupakan bagian dari wujud nyata hijrah. Dakwah bukan hanya tugas para ustaz, ulama, atau dai, tetapi kewajiban setiap Muslim sesuai kapasitasnya. Allah berfirman:
Sumber: