Menjaga Ukhuwah Islamiyah: Hindari Ghibah dan Fitnah demi Keutuhan Persaudaraan

Menjaga Ukhuwah Islamiyah: Hindari Ghibah dan Fitnah demi Keutuhan Persaudaraan

Radarseluma.disway.id - Menjaga Ukhuwah Islamiyah: Hindari Ghibah dan Fitnah demi Keutuhan Persaudaraan--

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id - Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan (ukhuwah). Rasulullah SAW telah menanamkan pentingnya membangun hubungan antar sesama Muslim dengan pondasi kasih sayang, saling percaya, dan menjaga kehormatan satu sama lain. Namun, salah satu ancaman besar terhadap ukhuwah adalah ghibah (menggunjing) dan fitnah (menyebar berita bohong atau menyesatkan). Keduanya bukan hanya dosa besar dalam Islam, tetapi juga bisa menghancurkan kepercayaan dan persatuan di tengah umat.

Di zaman media sosial seperti sekarang, ghibah dan fitnah semakin mudah menyebar. Oleh karena itu, umat Islam perlu meningkatkan kesadaran untuk menjaga lisan dan tulisan demi kebaikan bersama. Artikel ini menguraikan bahaya ghibah dan fitnah serta pentingnya menjaga ukhuwah berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Ghibah dan Fitnah dalam Pandangan Islam

1. Pengertian Ghibah dan Fitnah

Ghibah secara bahasa berarti menyebutkan sesuatu tentang orang lain yang tidak disukainya saat dia tidak hadir. Meskipun informasi itu benar, tetap dianggap dosa jika tidak ada kebutuhan yang syar’i. Sedangkan fitnah adalah menyebarkan berita bohong atau rekayasa yang bisa menyesatkan atau merusak.

2. Dalil Al-Qur’an tentang Ghibah

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."(QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini menggambarkan betapa buruknya perbuatan ghibah, sampai Allah menyamakannya dengan memakan bangkai saudara sendiri perumpamaan yang sangat menjijikkan.

BACA JUGA:Jangan Putus Silaturahim di Bulan Zulhijjah: Merajut Ukhuwah, Menuai Keberkahan

3. Dalil Hadits tentang Ghibah

Rasulullah SAW bersabda:

Sumber:

Berita Terkait