Amal Saleh yang Dianjurkan di Sepuluh Hari Pertama Bulan Zulhijjah

Amal Saleh yang Dianjurkan di Sepuluh Hari Pertama Bulan Zulhijjah

Radarseluma.disway.id - Amal Saleh yang Dianjurkan di Sepuluh Hari Pertama Bulan Zulhijjah --

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Zulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Islam, yang memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri. Di antara keistimewaan tersebut adalah adanya sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام العشرة

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang amal shaleh pada waktu itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepuluh hari pertama Zulhijjah adalah waktu yang paling utama untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan meningkatkan ketakwaan. Banyak amal saleh yang bisa dilakukan, mulai dari ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, dan dzikir, hingga ibadah sosial seperti sedekah dan berbuat baik kepada sesama.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Zulhijjah

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menegaskan keutamaan sepuluh hari ini:

أفضل الأيام عند الله أيام العشر

Artinya: “Hari-hari terbaik di sisi Allah adalah sepuluh hari.”

Hari-hari ini menjadi waktu yang paling berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki amal, dan membersihkan hati dari segala dosa dan maksiat.

BACA JUGA:Meningkatkan Iman di Awal Zulhijjah

Amal Saleh yang Dianjurkan

1. Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Di sepuluh hari pertama Zulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ucapan takbir, tahmid, dan tahlil. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang berbunyi: 

إن أعظم الأيام عند الله تعالى أيام النحر

Artinya: “Sesungguhnya hari-hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari-hari penyembelihan (Hari Raya Idul Adha).” (HR. Muslim)

Takbir yang dilantunkan dari pagi sampai petang tidak hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga mengokohkan keimanan dan mengingatkan akan kebesaran Allah.

2. Berpuasa di Hari-hari Tertentu

Puasa di sepuluh hari pertama Zulhijjah sangat dianjurkan, terutama pada hari Tashriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah tidak dianjurkan berpuasa karena hari-hari itu adalah hari makan dan minum setelah Hari Raya). Puasa sunnah ini merupakan bentuk ketaatan dan usaha mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi::

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Meskipun Muharram lebih utama untuk puasa, namun puasa di hari-hari lain dalam sepuluh hari pertama Zulhijjah juga memiliki keutamaan jika tidak termasuk hari-hari larangan berpuasa.

3. Mendirikan Shalat dan Memperbanyak Dzikir

Shalat sunnah rawatib dan tahajud di malam hari menjadi amalan utama yang dianjurkan. Rasulullah SAW gemar melaksanakan shalat sunnah dan memperbanyak dzikir sebagai bentuk penghambaan

BACA JUGA:Puasa Sunnah di Hari-Hari Awal Zulhijjah: Keutamaan, Dalil, dan Hikmah

4. Melaksanakan Ibadah Qurban

Hari raya Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah, memiliki amal saleh utama yakni berqurban. Berqurban merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah. Dalam surat Al-Hajj ayat 37 Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 37 yang mana berbunyi:

لَيْسَ لَحْمُهَا وَلَا دَمُهَا وَلَـٰكِنَّ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۗ

Artinya: “Bukan daging dan darahnya yang sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalian itulah yang sampai (kepada-Nya).” (QS. Al-Hajj: 37)

Qurban adalah simbol kepatuhan, pengorbanan, dan keikhlasan kepada Allah.

5. Bersedekah dan Berbuat Baik kepada Sesama

Selain ibadah ritual, sepuluh hari ini juga merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama yang membutuhkan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang berbunyi: 

ما نقصت صدقة من مال

Artinya: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sedekah pada waktu-waktu mustajab seperti sepuluh hari pertama Zulhijjah sangat dianjurkan karena pahala berlipat ganda

6. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Membaca dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an menjadi amalan saleh yang harus diperbanyak untuk menenangkan hati dan mendapatkan petunjuk.

7. Taubat dan Istighfar

Momen ini sangat tepat untuk bertaubat dan memperbanyak istighfar agar hati menjadi bersih dan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Sepuluh hari pertama Zulhijjah merupakan masa yang penuh dengan rahmat dan kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Allah membuka pintu ampunan dan menerima amal hamba-Nya yang tulus. Dengan memperbanyak amal saleh, seorang Muslim akan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Keutamaan amal di sepuluh hari pertama ini juga terkait dengan perayaan Idul Adha, yang mengingatkan umat Islam pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya demi taat kepada Allah. Ini menegaskan pentingnya keikhlasan dan pengorbanan dalam beribadah.

BACA JUGA:Dzikir dan Doa di Sepuluh Hari Pertama Zulhijjah: Meraih Keutamaan Waktu Istimewa

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah adalah waktu yang sangat mulia untuk berlomba-lomba melakukan amal saleh. Amal yang dianjurkan meliputi memperbanyak takbir, berpuasa sunnah, shalat dan dzikir, berqurban, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan bertaubat. Dengan melakukan amal-amal ini, seorang Muslim dapat meraih ridha Allah dan meningkatkan ketakwaan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Fajr ayat 1-2 yang mana berbunyi: 

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْر

Artinya: “Demi fajar dan (demi) sepuluh malam.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Sebagian ulama menafsirkan sepuluh malam ini sebagai sepuluh hari pertama Zulhijjah, yang menunjukkan betapa pentingnya waktu ini.

Mengisi sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah dengan amal saleh bukan hanya kewajiban, tetapi juga kesempatan emas yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dengan kesungguhan, keikhlasan, dan konsistensi dalam beribadah, kita berharap Allah menerima amal kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu sepuluh hari yang mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal baik, dan membersihkan hati dari segala dosa serta maksiat. Aamiin. (djl)

Sumber:

Berita Terkait