Menjaga Amanah dalam Setiap Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah

Menjaga Amanah dalam Setiap Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah

Radarseluma.disway.id - Menjaga Amanah dalam Setiap Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam kalender Hijriyah yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara kemuliaan bulan ini, Allah menekankan pentingnya menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat, serta memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amal yang sangat ditekankan dalam bulan ini adalah menjaga amanah. Amanah bukan hanya soal menjaga barang titipan, melainkan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia — mulai dari perbuatan, perkataan, pekerjaan, hingga tanggung jawab sosial dan agama.

Di bulan yang dimuliakan ini, marilah kita merenungi betapa pentingnya sikap amanah, mengingat bahwa setiap perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Dalam tulisan ini, kita akan mengulas secara mendalam makna amanah, urgensinya dalam kehidupan, serta dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang mendorong umat Islam untuk selalu menjaga amanah, terutama di bulan Dzulqa’dah.

Makna dan Ruang Lingkup Amanah

Amanah secara bahasa berarti kepercayaan. Secara istilah, amanah adalah segala hal yang dipercayakan kepada seseorang, baik berupa harta, rahasia, jabatan, maupun tanggung jawab lain yang harus dijaga dan ditunaikan sebagaimana mestinya. Amanah juga mencakup menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa amanah adalah tanda keimanan yang sejati. Orang yang beriman akan selalu menjaga amanah, baik kepada manusia maupun kepada Allah. Sebaliknya, pengkhianatan terhadap amanah merupakan tanda kemunafikan.

BACA JUGA:Mengatasi Rasa Malas dalam Beribadah dengan Memperbaiki Niat

Dalil-dalil Al-Qur’an Tentang Amanah

Allah SWT menekankan pentingnya menjaga amanah dalam banyak ayat Al-Qur’an. Di antaranya terdapat di dalam Surat Al-Ahzab ayat 72 yang mana berbunyi: 

إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا ۖ وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَـٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًۭا جَهُولًۭا

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72)

Ayat ini menunjukkan betapa beratnya amanah, sehingga makhluk-makhluk besar seperti langit dan gunung saja enggan memikulnya. Namun manusia menerimanya dengan segala konsekuensinya. Selain itu juga terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minub ayat 8 yang mana berbunyi: 

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun: 8)

Sumber:

Berita Terkait