Menjaga Amanah dalam Setiap Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah
Radarseluma.disway.id - Menjaga Amanah dalam Setiap Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Islam adalah Agama yang sempurna dan mencakup segala aspek kehidupan manusia. Salah satu nilai penting yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam adalah amanah—yakni tanggung jawab dan kepercayaan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Dalam setiap lini kehidupan, baik sebagai individu, anggota keluarga, masyarakat, maupun sebagai umat Islam secara umum, kita diharuskan untuk menunaikan amanah dengan jujur dan penuh tanggung jawab.
Bulan Dzulqa’dah, sebagai salah satu dari empat bulan haram (al-asyhurul hurum), memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan ini adalah waktu yang dimuliakan oleh Allah SWT dan dijadikan sebagai momen untuk memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari perbuatan dosa, serta memperkuat integritas diri dalam hal ibadah dan muamalah, termasuk dalam menjaga amanah.
BACA JUGA:Berusaha Memperbaiki Hubungan dengan Allah dan Sesama
Makna Amanah dalam Islam
Amanah secara bahasa berarti kepercayaan. Dalam konteks syar’i, amanah mencakup segala bentuk kewajiban, baik yang berkaitan dengan hak Allah SWT maupun hak sesama manusia. Amanah bisa berupa ibadah, ilmu, pekerjaan, harta, hingga tanggung jawab sosial.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 58 yang mana berbunyi:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّواْ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa’: 58)
Ayat ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa menjaga dan menunaikan amanah adalah perintah langsung dari Allah. Menunaikan amanah bukan hanya urusan duniawi, tetapi termasuk perintah yang berdampak pada akhirat.
Nabi Muhammad Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya amanah dalam sabdanya sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ
Artinya: "Tidak beriman orang yang tidak bisa dipercaya, dan tidak beragama orang yang tidak bisa memegang janji." (HR. Ahmad)
Hadits ini menjelaskan bahwa amanah merupakan indikator keimanan seseorang. Seorang muslim yang sejati adalah dia yang amanah dalam setiap aspek kehidupannya.
BACA JUGA:Belajar Sabar dan Berlapang Dada Dalam Menghadapi Ujian Hidup dan Kehidupan
Keistimewaan Bulan Dzulqa’dah sebagai Waktu Menjaga Amanah
Sumber: