BKD Seluma

Banyak Aplikasi Membuat Karyawan di APAC Rentan terhadap Risiko Kredensial

  Banyak Aplikasi Membuat Karyawan di APAC Rentan terhadap Risiko Kredensial

Temuan APAC dalam Laporan State of Workforce Password Security Terbaru--

 

SINGAPURA, Radarseluma.dsiway.id  - Zoho Corporation merilis State of Workforce Password Security 2026, sebuah studi riset global yang mencakup 3.322 responden terverifikasi dari sembilan wilayah, enam industri, dan dua belas peran. Laporan ini, yang dijalankan oleh Tigon Advisory Corp. atas nama Zoho Vault, menemukan adanya kesenjangan yang semakin melebar antara cara organisasi memandang risiko kredensial dan cara mereka menindaklanjutinya. Di APAC, 64% bisnis yang disurvei menggunakan lebih dari 15 aplikasi, dengan tata kelola kredensial terpadu muncul sebagai kebutuhan paling kritis yang belum terpenuhi di kawasan ini.

BACA JUGA:Ngaku Warga Sukaraja, Datangi DLH, Tolak Wacana Penutupan Pabrik CPO PT SSL

BACA JUGA: HUT Seluma Tahun Ini Lebih Sederhana dan Bermakna, Libatkan Masyarakat

 

Bertepatan dengan Hari Kata Sandi Sedunia, laporan ini dirilis di tengah momen yang digambarkan para penulis sebagai titik balik penting. Dalam sampel global, satu dari tiga bisnis mengkonfirmasi telah mendapat serangan siber dalam setahun terakhir. 7% lainnya tidak dapat memastikan apakah mereka benar-benar telah diserang. Kawasan APAC sejajar dengan angka global dalam metrik ini.

 

"Hari Kata Sandi Sedunia diciptakan untuk mengingatkan orang-orang bahwa kredensial masih merupakan pintu masuk ke bisnis modern. Yang ditunjukkan riset ini adalah bahwa titik masuk tersebut telah berlipat ganda. Rata-rata karyawan APAC kini masuk ke lebih dari 15 aplikasi bisnis, dan sebagian besar organisasi tidak dapat sepenuhnya mengidentifikasi siapa yang memiliki akses ke apa di dalamnya," kata Chandramouli Dorai, Chief Evangelist of Cyber Solutions di Zoho. "Masalahnya bukan pada minimnya investasi, tetapi pada investasi yang tidak memiliki keselarasan arsitektur. Akibatnya, bisnis menghadapi kesenjangan besar antara niat untuk meningkatkan keamanan dan hasil nyata yang dicapai." APAC menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan penggunaan aplikasi paling tersebar. Sebanyak 64% bisnis yang disurvei menggunakan lebih dari 15 aplikasi, 5 poin lebih tinggi dari rata-rata global.

 

Kondisi Keamanan di APAC

 

Terdapat tema yang konsisten dalam data responden APAC: kesadaran tinggi, niat pengeluaran tinggi, dan kesenjangan visibilitas yang persisten. Di antara responden APAC:

 

32% mengalami serangan siber yang terkonfirmasi dalam setahun terakhir.

Sumber: