Banyak Perusahaan Diprediksi Bangkrut Akibat Krisis Memori

Banyak Perusahaan Diprediksi Bangkrut Akibat Krisis Memori

memory--

Khein Seng menambahkan sejumlah produsen memori ini kini meminta pembayaran di muka untuk tiga tahun, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya di industri elektronik.

 

Ia juga mengklaim para produsen memori secara internal memperkirakan kelangkaan ini akan berlangsung hingga tahun 2030, atau bahkan hingga 10 tahun lagi.

 

Krisis memori terjadi setelah pusat data AI menyerap sebagian besar pasokan memori dunia sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran. Hal ini menyebabkan harga RAM naik hingga enam kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

 

BACA JUGA:Dinkes Seluma Tekankan Prinsip ABCDE dalam Pencegahan HIV, Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat

BACA JUGA: AKBP Didik Putra Kuncoro Resmi Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Saat ini hanya tiga perusahaan (Samsung, SK Hynix, dan Micron) yang menguasai 93% dari seluruh pasar DRAM, dan mereka lebih mengutamakan pesanan memori canggih untuk pusat data AI yang lebih menguntungkan ketimbang memori untuk produk consumer.

 

Meskipun ketiga perusahaan tersebut sedang berupaya membangun lebih banyak fasilitas produksi, mereka tidak ingin membangun terlalu cepat karena ada risiko kelebihan produksi yang mungkin dapat merugikan mereka di kemudian hari.

 

Sumber: