Satreskrim Polres Seluma Periksa 4 Saksi, Ungkap Pembobol SDN 89 Seluma

Satreskrim Polres Seluma Periksa 4 Saksi, Ungkap Pembobol SDN 89 Seluma

--

 

Sekedar mengingatkan, kronologis kejadian pembobolan SDN 89 Seluma telah terjadi pada Selasa dinihari. Pelaku diduga beraksi dengan cara mencongkel pintu dan berhasil menggondol sejumlah barang elektronik, serta perlengkapan sekolah lainnya.

 

BACA JUGA:Mitsubishi Triton Mobil Desain Cnaggih dan Gagah Cocok Kendaran Segala Medan Menjadi Incaran Para Pengusaha

Kepala SDN 89 Seluma, Renawi mengungkapkan, bahwa kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang guru yang tiba lebih awal di sekolah. Guru tersebut langsung menghubungi Renawi setelah melihat pintu depan gedung sekolah dalam keadaan terbuka dan rusak. Kunci pintu pun ditemukan tergeletak di depan pintu.

 

"Saya ditelepon rekan guru yang lebih dulu datang ke sekolah. Dia bilang pintu sekolah sudah terbuka. Saat saya tiba, saya langsung melihat keadaan yang tidak wajar. Pintu ruang kerja terbuka, ruangan berantakan, plafon jebol dan isi lemari acak-acakan. Setelah dicek, 9 unit Chromebook dari total 14 unit yang dimiliki sekolah sudah raib," sampainya.

 

Dirinya juga mengatakan, jika terduga pelaku masuk ke dalam ruangan guru dengan cara menjebol plafon atap bagian belakang sekolah. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian membuka lemari penyimpanan yang berada di samping meja kerja kepala sekolah, tempat penyimpanan Chromebook. Selain 9 unit Chromebook, pelaku juga membawa kabur tabung gas LPG 3 kg, sebuah toples berisi kue dan perangkat router WiFi milik sekolah.

 

"Dugaan kami pelaku masuk lewat plafon belakang. Bekas jebolannya terlihat jelas. Kemungkinan besar pelakunya berperawakan kecil karena ukuran lubang di plafon tidak besar," terangnya.

 

BACA JUGA:Mobnas di Mantan Pejabat Seluma akan Ditertibkan

BACA JUGA: Musim Penghujan Tiba di Bengkulu Selatan, BPBD BS Minta Warga Waspadai Lokasi Rawan Longsor

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Seluma Timur dan juga menyampaikan informasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Seluma. Berdasarkan estimasi awal, total kerugian yang dialami sekolah akibat pencurian ini diperkirakan mencapai Rp 18 juta.

Sumber: