Buat Malu Daerah, Mobil Pendingin Ikan Digunakan Antar Durian ke Rumah Artis
Berita acara penyerahan mobil--
BENGKULU SELATAN - Mobil berpendingin yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ditarik KKP karena mengangkut durian ke Jakarta yang tidak sesuai peruntukan.
"Sudah diserahkan ke pusat, mobil pendingin bantuan dari KKP bahkan berita acara serah terima sudah kami tandatangani," ungkap Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Selatan (BS), Santono MPd.
Dikatakan Santono, sebelumnya pemerintah pusat membantu satu unit mobil berpendingin. Mobil tersebut diserahkan pada Koperasi Mutiara Selatan Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Pasar Manna.
Adapun peruntukannya untuk membantu para nelayan di sana untuk memasarkan hasil tangkapannya ke luar daerah.
Hanya saja, tidak sesuai peruntukannya. Yakni digunakan untuk membawa durian ke Jakarta. Bahkan sudah dua kali kedapatan menggunakan mobil tersebut untuk hal lain.
Pada Juli lalu, mobil tersebut digunakan mengangkut durian. Diketahui, durian tersebut dibawa ke Jakarta Selatan untuk diantar ke rumah salah satu artis terkenal yaitu Raffi Ahmad.
"Untuk mobil berpendingin yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Saat ini, mobil tersebut terpaksa harus ditarik kembali oleh pihak KKP RI. Seperti diketahui, pihak KKP RI menyalurkan bantuan mobil berpendingin tersebut ke Koperasi Mutiara Selatan Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna.
Hal ini untuk membantu para nelayan di sana untuk memasarkan hasil tangkapannya ke luar daerah. Namun, lantaran tidak digunakan sesuai peruntukan, kendaraan tersebut akhirnya ditarik kembali,"ucap Santono.
Sambung Santono, pihak KKP RI memberikan peringatan dengan mewajibkan pihak Koperasi Mutiara Selatan mengirimkan video setiap perjalanan mobil namun tidak digubris dan akhir Agustus kembali berulah, akhirnya pihak KKP menariknya.
"Dengan adanya penarikan mobil pendingin ini para nelayan pasar bawah tidak mempunyai mobil berpendingin lagi untuk memasarkan ikannya ke luar daerah,''.
Dirinya sangat menyayangkan hal tersebut. Padahal sudah jelas peruntukan mobil itu, namun para pengelolanya salah guna. Dirinya berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi para kelompok koperasi lainnya. Khususnya yang memiliki bantuan kendaraan berpendingin. Agar ke depan tidak ada lagi yang salah guna.
penulis Ilyas Muktar
Sumber: