Dikritik Matikan Usaha Travel, KDM Tak Bergeming! Larang Study Tour

Dikritik Matikan Usaha Travel, KDM Tak Bergeming! Larang Study Tour

KDM Tolak dibelikan mobnas dan pakaian dinas--

 

MAGELANG, Radarseluma.Disway.id - Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang adanya study tour atau piknik keluar Jawa Barat, mendapat kritik. Baik dari orang tua yang mendukung study banding maupun dari pengusaha travel di Jawa Barat.

 

BACA JUGA:Hari Ini, Sidang Tuntutan Terhadap Mantan Bupati Seluma Murman Effendi, Juga Mantan Sekda dan Ketua DPRD

BACA JUGA:Diperintah MK Gelar Coblosan Ulang, Pemkab BS Pastikan Siapkan Anggaran

Untuk pengusaha travel, mereka menuding KDM, begitu biasa dia disapa, mematikan usaha travel di Jawa Barat. Dimana menurut pengusaha travel, banyak orang atau keluarga yang menggantungkan hidupnya dari usaha travel. Menurut mereka, kebijakan KDM melarang study tour di sekolah, mematikan pendapatan mereka. Serta bisa membuat pengangguran. 

Atas hal ini, KDM tak marah. KDM bahkan berterima kasih kepada para pengeritiknya. 

 

''Saya berterima asih atas kritiknya. Termasuk ke pengusaha travel yang mengkritik saya, terhadap kebijakan yang dilakukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada salah satu pengusaha travel yang mengkritik,''jelasnya.

Dijelaskan KDM,travel merupakan dunia usaha penyelenggara kegiatan wisata. Ditegaskan,travel itu usaha yang banyak pasarnya. Bukan objeknya sekolah.

 

 ''Kenapa objeknya hanya sekolah. Kalau objeknya hanya sekolah, tidak perlu pemasaran. Cukup temui kepala sekolah dan berikan diskon besar. Maka kepala sekolahnya akan menurut. Walaupun, sebenarnya tidak ada gunannya,''jelasnya.

BACA JUGA:2 Produk EZVIZ Menangkan Asia Design Prize 2025, Gabungkan Teknologi Rumah Pintar yang Canggih

Soal tugas Gubernur yang disebutkan, untuk membantu warga miskin. Ditegaskan KDM, bahwa itulah yang dilakukan pemerintah. ''Karena orang tua yang penghasilannya pas-pasan, lalu mengikuti kegiatan sekolah yang mengahbiskan uang 4 jutaan, maka akan menurunkan kualitas hidupny. Mereka akan berusaha meminjam ke pinjo, meminjam ke rentenir, Sehingga membuat mereka semakin miskin,''jelasnya.

Sumber: