Polemik 105 Ribu Pick Up Memanas, Kemhan Bantah Terlibat, Apa Lagi Jadi Beking

Polemik 105 Ribu Pick Up Memanas, Kemhan Bantah Terlibat, Apa Lagi Jadi Beking

--

Rico pun menekankan kendaraan yang diterimanya itu tidak termasuk dalam pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara yang berencana mengimpor dari India.

 

BACA JUGA:Doa Menjelang Berbuka Puasa: Waktu Mustajab yang Penuh Rahmat dan Pengabulan dari Allah SWT

"Penerimaan hibah itu juga berdiri sendiri dan tidak masuk dalam proses pengadaan maupun pembelian 105 ribu unit kendaraan oleh Agrinas yang diberitakan di sejumlah media," ujarnya.

 

Posisi Kemhan dalam hal ini hanya sebagai penerima hibah. Rico mengatakan akan memanfaatkan kendaraan tersebut sepenuhnya untuk kepentingan kemanusiaan dan penanganan darurat bencana.

 

"Kemhan memastikan setiap dukungan yang diterima diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak, serta dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

 

Sebagai catatan, PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mengimpor 105 ribu unit mobil pikap buatan India dari merek Mahindra dan Tata Motors. Ratusan ribu pikap itu bakal digunakan untuk Koperasi Desa Merah Putih.

 

Agrinas telah meneken kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun. Kontrak tersebut mencakup pengadaan total 105 ribu unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India.

 

Sebanyak 35 ribu unit Scorpio Pick Up dipasok oleh Mahindra, sementara 70 ribu unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

 

Sumber: