Harga Biji Kopi Terbaru 2026,Update Terkini dan Tren Pasar

Harga Biji Kopi Terbaru 2026,Update Terkini dan Tren Pasar

Update harga biji kopi 2026--



NASIONAL - Tahun 2026 menjadi periode menarik bagi komoditas kopi, terutama biji kopi (green bean) yang merupakan bahan baku utama untuk industri kopi. Sejumlah faktor seperti produksi global, kontrak berjangka, kondisi cuaca produksi, dan permintaan konsumen ikut memengaruhi harga biji kopi saat ini.

1. Harga Kopi di Pasar Global
Harga kopi dunia diperdagangkan secara aktif melalui kontrak berjangka seperti ICE (untuk Arabica) dan London (untuk Robusta). Pada awal tahun 2026, harga kopi masih bergerak dalam level tinggi meskipun mengalami fluktuasi:

Harga kopi Arabica di pasar global diperdagangkan sekitar ~332–355 sen AS per pon (sekitar 3,32–3,55 USD/lb) pada periode awal 2026 berdasarkan kontrak untuk pengiriman bulan mendatang.

Sementara kontrak berjangka Robusta di pasar London berkisar di level ±4.100–4.130 USD per ton pada awal 2026.


Harga ini menunjukkan bahwa meskipun fluktuasi terjadi, level harga masih relatif tinggi dibanding kondisi historis 5–10 tahun terakhir.


Ada pula laporan bahwa harga arabica sempat turun ke level terendah beberapa bulan karena prospek panen besar, terutama di Brasil — produsen utama kopi dunia — namun masih tetap tinggi dalam konteks jangka panjang.

2. Harga Biji Kopi di Indonesia (Retail & Petani)
Di pasar lokal Indonesia, harga biji kopi juga dipengaruhi oleh kualitas (Arabica vs Robusta), lokasi asal, dan proses kopi.

Harga Biji Kopi Mentah / Green Bean
Berdasarkan data marketplace Indonesia tahun Januari–Februari 2026:

Arabika kerinci (green bean) 1 kg: sekitar Rp145.000 – Rp409.000 tergantung jenis dan grade.

Arabica Gunung Halu / Mandailing / Papua juga diperdagangkan di kisaran harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per kilogram.

BACA JUGA:Daftar Biji Kopi Paling Terkenal dan Paling Mahal di Dunia 2026, Ini Alasannya

BACA JUGA:Kelebihan Kopi Robusta, Berikut Penjelasan Lengkapnya


Harga Kopi Robust a di Tingkat Petani
Di beberapa wilayah seperti Subang, harga robusta di tingkat petani sekitar Rp87.000 per kg (data awal 2026).

Harga di tingkat petani bisa jauh lebih rendah dibandingkan harga retail karena belum termasuk proses pengolahan, pengeringan, serta margin distribusi.

3. Faktor yang Mempengaruhi Harga Biji Kopi 2026
Beberapa faktor utama yang mendorong harga kopi di pasar global maupun lokal adalah:

Produksi Global
Produksi kopi di negara-negara besar seperti Brasil, Vietnam, dan Kolombia mempengaruhi pasokan global. Produksi robusta di Brasil diperkirakan akan meningkat tahun ini, sehingga menambah penawaran pasokan.

Pasar Berjangka & Permintaan
Harga kopi terlacak melalui pasar berjangka, yang dipengaruhi oleh ekspektasi produksi, iklim, dan permintaan global. Volatilitas pasar berjangka turut memengaruhi harga biji kopi fisik secara keseluruhan.

Kondisi Cuaca & Risiko Produksi
Risiko cuaca ekstrem seperti La Niña atau fenomena cuaca lain dapat mempengaruhi hasil panen dan kualitas biji kopi, yang sering menyebabkan harga bergerak tajam.

4. Tren Harga Kopi Tahun 2026
Berdasarkan analisis dan data pasar:
Harga kopi global tetap tinggi secara historis meskipun sempat turun dari puncaknya tahun sebelumnya.

Permintaan kopi dunia diperkirakan stabil atau meningkat, khususnya di kawasan Asia, yang turut memberikan tekanan pada harga.

Harga biji kopi di Indonesia bervariasi tergantung jenis kopi (Arabica vs Robusta) dan kualitas, dengan harga mentah berkisar mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu per kilogram di pasar retail.

Tahun 2026 menunjukkan dinamika menarik pada harga biji kopi, Harga global masih tinggi meskipun fluktuatif.

Biji kopi di pasar Indonesia dijual dalam rentang berbeda tergantung jenis dan kualitas.

Faktor produksi, cuaca, dan permintaan global menjadi penentu utama lonjakan atau penurunan harga.

Sumber: