Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

  Menaker: Tanpa Skill Baru, Anak Muda Bisa Tersisih dari Pasar Kerja

Menaker di BLK Lahat--

Agar generasi muda memiliki akses untuk mengembangkan skillset tersebut, Yassierli menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan vokasi yang adaptif. Menurutnya, BLK tidak lagi hanya mengajarkan keterampilan konvensional, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

 

Ia menambahkan, kunci agar proses peningkatan kompetensi berjalan konsisten adalah growth mindset. Yassierli mengingatkan sekitar 50 persen pekerjaan di industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan untuk terus belajar ulang menjadi keharusan bagi pekerja, termasuk generasi muda.

 

“Tantangan kita saat ini adalah pekerja yang tidak mau belajar hal baru. Padahal, growth mindset adalah kunci manusia beradaptasi. Teruslah belajar di balai-balai kami,” ujarnya.

 

Selain menyiapkan kompetensi, Yassierli juga menyoroti peluang yang kini terbuka lebih luas bagi daerah. Ia menilai ekonomi digital tidak lagi hanya terpusat di kota besar. Dengan 70 persen pengguna digital baru berada di daerah, Kabupaten Lahat disebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif.

 

Karena itu, Yassierli mendorong kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan p ara pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan pengembangan talenta di daerah. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

 

BACA JUGA: FPB Minta DPRD Agendakan Hearing dengan PT SIL, Bahas Inklave Lahan

BACA JUGA: Rapat Persiapan HUT BS ke 77, Sinergi dan Komitmen Bersama Rakyat, Bengkulu Selatan Maju

“Permasalahan tenaga kerja tidak akan selesai hanya oleh seorang Menteri atau satu Kementerian saja, melainkan oleh inisiatif pemerintah daerah sebagai penggerak utama,” pungkasnya.

Sumber: