Harga Minyak Dunia Naik, Imbas Eskalasi Konflik Geopolitik
Perang Israel dan Iran naikkan harga minyak--
JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - Harga minyak dunia meningkat signifikan setelah menyentuh level terendah dalam empat tahun terakhir.
Sebelumnya, harga minyak Brent mencapai titik terendah selama empat tahun terakhir, yaitu USD60,2 per barel pada Februari 2021. Pada 13 Juni 2025, harga minyak meningkat sebesar 7% menjadi USD74 per barel. Hal ini disebabkan oleh Israel memulai perang dengan melakukan operasi rising lion pada 13 Juni 2025 yang menyerang fasilitas nuklir Iran.
BACA JUGA: Bawaslu Bengkulu Selatan Audiensi ke KPU BS, Bahas PDPB
BACA JUGA:Ikut Retreat Kepala Daerah, Rifa'i-Yevri Retret Bangun Sinergi Antar Pemimpin Daerah
Di sisi lain, Iran melakukan serangan balasan pada hari yang sama, mengakibatkan tensi geopolitik semakin meningkat dan harga minyak melonjak di tengah isu oversupply minyak global.
Pasar minyak dunia diproyeksikan mengalami oversupply pada tahun 2025.
Hal ini disebabkan oleh proyeksi permintaan minyak yang masih berada di bawah tingkat produksi global. Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), diperkirakan akan terjadi surplus pasokan minyak sebesar 420 ribu barel per hari pada tahun 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa produksi minyak global tahun 2025 diperkirakan menyentuh 104 juta barel per hari, sementara konsumsi global diperkirakan hanya akan mencapai 103 juta barel per hari.
Harga minyak Brent meningkat 3,5% YTD per 20 Juni 2025, menjadi USD77,2/barel.
Harga minyak diperkirakan masih akan meningkat dalam jangka pendek karena eskalasi konflik geopolitik. Namun, secara year-on-year (YoY) harga minyak Brent masih terkoreksi sebesar -19,4% YoY. Hal ini mencerminkan kondisi fundamental minyak global yang mengalami oversupply.
Sumber: