BKD Seluma

i RS Primaya Hospital Kelapa Gading Lengkapi HIPEC, Penanganan Pasien Kanker

i RS Primaya Hospital Kelapa Gading Lengkapi HIPEC, Penanganan Pasien Kanker

Penanganan pasien penyakit kangker dengan HIPEC--

 

 Jakarta, Radarseluma.disway.idPrimaya Hospital Kelapa Gading memperkuat layanan Cancer Center dengan menghadirkan HIPEC (Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy) yang dikombinasikan dengan Cytoreductive Surgery (CRS), sebagai solusi komprehensif bagi pasien kanker yang telah menyebar ke rongga perut (peritoneal carcinomatosis). Pendekatan ini dikenal sebagai salah satu terapi paling advanced dalam penanganan kanker peritoneal yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan pengobatan. Inisiatif ini diperkenalkan dalam forum medis “Advancing Cancer Care: Peran HIPEC dalam Meningkatkan Survival pada Kanker dengan Keterlibatan Peritoneal” sebagai langkah menghadirkan layanan kanker berstandar internasional di dalam negeri.

 

BACA JUGA:Pemda Seluma Rencanakan Pembangunan Jalan Longsor Bunga Mas–Sembayat Tahun 2027

BACA JUGA: Sudah 90%, Persiapan MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Bengkulu di Seluma, Dikawal ketat Sekda

 

Kehadiran layanan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya penyakit kanker di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat lebih dari 408.000 kasus kanker baru setiap tahun, dengan kanker kolorektal, lambung, dan ovarium termasuk jenis yang berisiko tinggi menyebar ke rongga peritoneum. Kondisi ini sering kali terdiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis yang menantang.

 

Pada banyak kasus, keterlibatan peritoneum menjadi faktor yang menurunkan angka harapan hidup pasien karena keterbatasan efektivitas kemoterapi sistemik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kombinasi CRS dan HIPEC dapat meningkatkan median survival secara signifikan—bahkan hingga hampir dua kali lipat dibandingkan terapi konvensional pada pasien yang terpilih.

 

Pendekatan ini dilakukan melalui pengangkatan tumor secara maksimal melalui prosedur CRS, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kemoterapi bersuhu tinggi langsung ke rongga perut. Metode ini memungkinkan konsentrasi obat yang lebih tinggi di area target, meningkatkan penetrasi terapi, serta membantu menghancurkan sel kanker residual yang tidak terlihat secara kasat mata.

 

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal. Tidak hanya mengangkat tumor yang terlihat, tetapi juga menargetkan sel kanker mikroskopis yang sering menjadi penyebab kekambuhan. Kombinasi efek panas dan konsentrasi obat yang tinggi memungkinkan terapi bekerja lebih optimal di area yang sulit dijangkau oleh kemoterapi konvensional.” jelas dr. Kartiwa Hadi, Sp.OG, Subsp. Onk, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi, yang berpraktek di Primaya Hospital Kelapa Gading.

BACA JUGA:Terkait Little Aresha, PN Tais Klarifikasi Hakim Tak Tidak Berkaitan, Hanya Nama Dicatur

Sumber: