Dinkes Seluma Sebut Balita Meninggal Bukan Akibat Rabies, Namun Penyakit Bawaan

Dinkes Seluma Sebut Balita Meninggal Bukan Akibat Rabies, Namun Penyakit Bawaan

Dinkes Seluma melakukan kunjungan ke rumah duka--

 

BACA JUGA:Umat Islam Terpecah Menjadi Banyak Golongan: Rasulullah agar Tetap Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah

Tingginya angka kasus gigitan HPR ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh sebab itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan gigitan hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan liar.

 

"Kami minta masyarakat yang digigit anjing, kucing, atau hewan liar lainnya agar segera mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) di puskesmas terdekat atau langsung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. Jangan menunggu muncul gejala, karena rabies bisa berakibat fatal," ujarnya.

 

Selain itu, dirinya juga mengingatkan para pemilik hewan peliharaan agar secara rutin melakukan vaksinasi rabies pada hewan mereka. Hal ini penting untuk mencegah hewan peliharaan menjadi sumber penularan rabies kepada manusia.

 

"Pencegahan rabies tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. Hewan peliharaan wajib divaksin agar tidak menularkan virus kepada manusia," terangnya.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma bersama seluruh puskesmas di daerah tersebut telah menyiapkan stok vaksin anti rabies dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies. Serta langkah-langkah penanganannya. Edukasi ini dilakukan agar masyarakat lebih tanggap terhadap bahaya gigitan hewan penular rabies dan segera mencari pertolongan medis.

 

BACA JUGA: Belanja Masyarakat Meningkat di Awal Kuartal IV 2025

BACA JUGA:Parawisata Indonesia Tumbuh, Penumpang WNA Whoosh Naik 27,6%

"Rabies adalah penyakit mematikan, tapi bisa dicegah jika ditangani dengan cepat dan tepat. Karena itu, masyarakat jangan takut untuk datang ke fasilitas kesehatan jika tergigit hewan. Penanganan dini sangat menentukan keselamatan korban," pungkasnya.

Sumber: