Kemerdekaan Negeri Ini Adalah Amanah Ilahi, Bukan Warisan untuk Disia-siakan

Kemerdekaan Negeri Ini Adalah Amanah Ilahi, Bukan Warisan untuk Disia-siakan

Radarseluma.disway.id - Kemerdekaan Negeri Ini Adalah Amanah Ilahi, Bukan Warisan untuk Disia-siakan--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id -Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah yang datang begitu saja, apalagi warisan yang boleh kita gunakan sesuka hati. Kemerdekaan adalah amanah (titipan) dari Allah SWT yang dititipkan melalui perjuangan para pendahulu kita para syuhada, pejuang, ulama, dan rakyat yang mengorbankan darah, air mata, dan jiwa demi berdirinya negeri ini.

Kesadaran bahwa kemerdekaan adalah titipan membuat kita paham bahwa ia harus dijaga, dipelihara, dan digunakan untuk menegakkan nilai-nilai yang diridai Allah. Sebaliknya, jika kita menganggapnya sekadar warisan, maka akan muncul rasa berhak tanpa kewajiban, sehingga lalai menjaga dan bahkan merusaknya.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa segala nikmat yang diberikan kepada suatu kaum dapat dicabut kembali bila mereka kufur dan mengabaikannya:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya: "Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Al-Anfal: 53)

Ayat ini menegaskan bahwa kemerdekaan termasuk nikmat besar yang bisa hilang jika masyarakat tidak menjaganya dengan iman, persatuan, dan keadilan.

Kemerdekaan dalam Perspektif Islam

Dalam pandangan Islam, kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah. Kemerdekaan sejati adalah penghambaan total kepada Allah, sehingga manusia terbebas dari perbudakan hawa nafsu, ideologi sesat, dan penjajahan moral.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebebasan dan kemerdekaan adalah tanggung jawab besar, sebagaimana sabdanya:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemerdekaan bangsa berarti rakyat adalah pemegang amanah untuk mengelola negeri ini dengan sebaik-baiknya. Pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas keadilan dan kemakmuran, sementara rakyat akan dimintai pertanggungjawaban atas ketaatan dan peran aktifnya dalam menjaga negara.

BACA JUGA:Abu Bakar Ash-Shiddiq: Pemimpin Luhur yang Teguh Membela Kebenaran

Sumber:

Berita Terkait