Menggetarkan Hati! Kisah Kedermawanan Abu Bakar Ash-Shiddiq
Radarseluma.disway.id - Menggetarkan Hati! Kisah Kedermawanan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sahabat Terdekat Rasulullah SAW yang Mengorbankan Segalanya untuk Islam--
Sahabat Terdekat Rasulullah SAW yang Mengorbankan Segalanya untuk Islam
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dalam sejarah peradaban Islam, nama Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu tercatat dengan tinta emas. Beliau bukan hanya sahabat terdekat Rasulullah SAW, tetapi juga teladan dalam keimanan, keberanian, dan terutama kedermawanan. Abu Bakar adalah pribadi yang siap memberikan seluruh hartanya demi agama Allah, tanpa meninggalkan sedikit pun untuk dirinya dan keluarganya ketika Islam membutuhkannya.
Kedermawanan Abu Bakar bukan sekadar memberi dalam kelapangan, melainkan memberi di puncak pengorbanan, bahkan ketika dirinya sendiri berpotensi kekurangan. Inilah wujud iman yang sejati — sebuah pengorbanan yang lahir dari hati yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Teladan Derma Abu Bakar dalam Al-Qur’an
Allah SWT telah memuji para sahabat yang mendahulukan kepentingan agama di atas kepentingan pribadi. Firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 9:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
Artinya: “Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr: 9)
Ayat ini menjadi gambaran yang sangat sesuai dengan kepribadian Abu Bakar. Beliau tidak hanya membantu di waktu lapang, tetapi juga di saat dirinya sangat membutuhkan.
BACA JUGA:Abu Bakar Ash-Shiddiq: Pemimpin Luhur yang Teguh Membela Kebenaran
Hadits tentang Pengorbanan Abu Bakar
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bercerita:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا أَنْ نَتَصَدَّقَ، فَوَافَقَ ذَلِكَ عِنْدِي مَالًا، فَقُلْتُ: الْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا، فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟ قُلْتُ: مِثْلَهُ، وَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟ قَالَ: أَبْقَيْتُ لَهُمُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Artinya: “Suatu hari Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersedekah. Saat itu aku memiliki harta, lalu aku berkata: ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar jika bisa.’ Aku pun membawa separuh hartaku. Rasulullah SAW bertanya, ‘Apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku menjawab, ‘Separuhnya.’ Lalu datanglah Abu Bakar membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW bertanya, ‘Apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Beliau menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya.’” (HR. At-Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan puncak keikhlasan dan kedarmawanan Abu Bakar. Ia tidak sekadar memberi banyak, tetapi memberikan segalanya, karena keyakinannya bahwa Allah akan mencukupi keluarganya.
Sumber: