Abu Bakar Ash-Shiddiq: Penjaga Persatuan Umat dan Penyelamat Kalamullah
Radarseluma.disway.id - Abu Bakar Ash-Shiddiq: Penjaga Persatuan Umat dan Penyelamat Kalamullah--
Hasil dan Dampaknya
Mushaf yang dikumpulkan ini disimpan oleh Abu Bakar selama hidupnya, lalu berpindah ke Umar bin Khattab, dan akhirnya ke Hafshah binti Umar. Inilah mushaf yang menjadi dasar penyalinan di masa Khalifah Utsman bin Affan, yang membuat seluruh umat Islam di dunia membaca Al-Qur’an yang sama hingga hari ini.
BACA JUGA:Abu Bakar Ash-Shiddiq: Teladan Keimanan dari Remaja Hingga Menguatkan Dakwah
Karakter Kepemimpinan Abu Bakar dalam Dua Peristiwa Ini
1. Tegas dalam Prinsip – Abu Bakar tidak goyah meskipun menghadapi penentangan dari sahabat-sahabat besar.
2. Visioner – Beliau memikirkan masa depan umat, bukan hanya masalah saat itu.
3. Konsultatif – Meski tegas, Abu Bakar selalu bermusyawarah sebelum mengambil keputusan besar.
4. Amanah – Segala tindakannya berlandaskan pada menjaga amanah Allah dan Rasul-Nya.
Pelajaran untuk Umat Islam Saat Ini
1. Kesatuan adalah Kekuatan – Umat Islam akan kuat jika bersatu, sebagaimana Abu Bakar mempersatukan umat dalam masa krisis.
2. Pentingnya Menjaga Syiar Agama – Zakat bukan sekadar sedekah, tetapi kewajiban yang menjaga sendi agama.
3. Menjaga Kemurnian Al-Qur’an – Umat harus terus menjaga hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.
4. Pemimpin Harus Tegas dan Bijak – Abu Bakar menunjukkan kombinasi antara kelembutan hati dan ketegasan prinsip.
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu telah menorehkan sejarah emas sebagai penjaga persatuan umat dan penyelamat Kalamullah. Keputusannya memerangi pemberontak dalam Perang Riddah menyelamatkan Islam dari perpecahan, sementara pengumpulan mushaf Al-Qur’an menjamin kemurnian wahyu hingga akhir zaman.
Firman Allah menggambarkan keutamaan generasi seperti beliau:
Sumber: