Menyambut Hari Asyura: Bersihkan Hati, Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan
Radarseluma.disway.id - Menyambut Hari Asyura: Bersihkan Hati, Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id – Setiap bulan Muharram, umat Islam disuguhkan momen istimewa yang penuh hikmah, yakni Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Hari ini bukan hanya mengandung sejarah penting, tetapi juga momentum untuk memperbarui keimanan dan membersihkan hati dari segala kebencian, iri, dan dengki. Sebab, hati yang bersih akan mengantarkan seorang mukmin kepada kedekatan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Rasulullah SAW pun menganjurkan amalan-amalan utama pada hari ini sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial.
Hari Asyura juga menjadi pengingat berbagai peristiwa besar dalam sejarah para nabi, mulai dari keselamatan Nabi Nuh AS dan kaumnya setelah banjir besar, hingga pembebasan Bani Israil dari tirani Fir’aun bersama Nabi Musa AS. Dari sini, kita diajak untuk merenungi makna kesabaran, keteguhan iman, dan pentingnya senantiasa mengharap pertolongan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an tentang pentingnya membersihkan hati dan memperbaiki diri:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ • إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: “(Yaitu) pada hari (Kiamat) harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” QS. Asy-Syu’ara: 88–89
Ayat ini menegaskan bahwa keselamatan di akhirat hanya diperoleh oleh orang yang datang kepada Allah dengan qalbun salim (hati yang bersih). Maka, menyambut Asyura harus dimaknai sebagai waktu untuk mengevaluasi diri dan membersihkan hati dari penyakit hati seperti sombong, dendam, dan riya.
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa di hari Asyura:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” HR. Muslim no. 1162
Hadits ini menjelaskan bahwa salah satu amalan utama di Hari Asyura adalah berpuasa. Puasa ini bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga sarana mendidik hati agar lebih sabar, rendah hati, dan peka terhadap penderitaan orang lain. Lebih jauh lagi, Asyura mendorong kita membersihkan hati dengan memaafkan orang lain dan memperbanyak amal sosial.
BACA JUGA:Hijrah Umat Islam: Meneladani Semangat Perubahan dari Masa Nabi hingga Era Modern
Menyambut Asyura dengan Hati yang Bersih
1.Meningkatkan Keikhlasan
Hati yang bersih tumbuh dari keikhlasan. Asyura harus menjadi momentum memperbaiki niat, memperkuat keimanan, dan memurnikan ibadah hanya untuk Allah SWT.
2.Menguatkan Kepedulian Sosial
Sumber: