30 Zulhijah: Hari Terakhir Penentu Bekal Menuju Akhirat
Radarseluma.disway.id - 30 Zulhijah: Hari Terakhir Penentu Bekal Menuju Akhirat--
"Merenungi Detik-Detik Terakhir Tahun Hijriyah"
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id — Waktu terus berjalan, tanpa pernah menoleh ke belakang. Tahun demi tahun berlalu, dan setiap kita diberikan jatah waktu yang tak pernah bisa ditebak ujungnya. Tanggal 30 Zulhijah adalah hari terakhir dalam kalender Hijriyah, sebuah momen yang sangat tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga penentu bekal kita menuju akhirat. Sebab, bisa jadi ini adalah Zulhijah terakhir kita di dunia.
Hari terakhir tahun Hijriyah bukanlah waktu untuk berpesta atau bersenang-senang belaka. Justru ia adalah saat untuk memperbanyak istighfar, memperbarui niat, serta menghitung bekal yang telah disiapkan untuk kehidupan setelah mati. Rasulullah SAW dan para sahabat menjadikan waktu-waktu seperti ini untuk bermuhasabah, karena hidup yang tak dievaluasi adalah hidup yang tertipu.
Menghitung Amal: Bekal yang Tak Terbantahkan
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menegaskan pentingnya introspeksi: “Apa yang telah kita persiapkan untuk esok?” Dalam konteks ini, “esok” bukan sekadar hari setelah hari ini, melainkan kehidupan setelah dunia, yaitu akhirat.
Tanggal 30 Zulhijah adalah momentum strategis untuk menghitung amal: sudah seberapa banyak ibadah yang kita lakukan? Seberapa tulus niat kita? Apakah amal kita lebih banyak yang diterima atau justru yang sia-sia karena riya, sombong, dan ujub?
Istighfar: Penutup Tahun yang Penuh Harapan
Rasulullah SAW bersabda:
طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
Sumber: