Sabar dalam Sakit dan Susah: Warisan Keteladanan Nabi Ayyub AS
Radarseluma.disway.id - Sabar dalam Sakit dan Susah: Warisan Keteladanan Nabi Ayyub AS--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id – Dalam hidup, tidak ada manusia yang luput dari ujian. Entah itu berupa sakit yang tak kunjung sembuh, kehilangan harta benda, atau terpuruk dalam kesedihan dan kesusahan. Namun, di antara semua ujian tersebut, sedikit sekali manusia yang mampu bersabar dengan tulus dan terus bersyukur, sebagaimana keteladanan yang diwariskan oleh Nabi Ayyub 'alaihissalam.
Kesabaran yang Diabadikan Langit
Nabi Ayyub AS adalah simbol kesabaran yang luar biasa. Allah SWT menjadikan kisah hidupnya sebagai pelajaran abadi tentang bagaimana seorang mukmin harus menyikapi penderitaan dan kesulitan hidup.
Allah berfirman:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia menyeru Tuhannya, ‘Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’” (QS. Al-Anbiya: 83)
Dalam ayat ini, Nabi Ayyub tidak mengeluhkan penderitaannya, tetapi justru memuji rahmat Allah, menunjukkan betapa lembutnya adab beliau dalam berdoa dan betapa dalamnya kesabarannya.
BACA JUGA:Ujian Hidup Bukan Azab, Tapi Tanda Cinta Allah: Menemukan Hikmah di Balik Setiap Cobaan
Derita yang Tidak Melemahkan Iman
Riwayat menyebutkan bahwa Nabi Ayyub AS menderita sakit parah selama bertahun-tahun. Ia kehilangan seluruh hartanya, anak-anaknya meninggal dunia, dan tubuhnya digerogoti penyakit yang membuat semua orang menjauhinya, kecuali istrinya yang setia. Namun dalam kondisi itu, tidak pernah sekalipun keluar keluhan dari lisannya. Justru ia terus memuji Allah dan menjaga ibadahnya dengan penuh kesungguhan.
Doa yang Penuh Tunduk dan Tawakal
Doa Nabi Ayyub AS menjadi salah satu contoh doa yang penuh makna, sederhana namun kuat secara spiritual. Tidak ada keluh kesah yang mendramatisasi penderitaan, hanya pernyataan jujur dan pengakuan kelemahan hamba di hadapan Tuhannya.
Allah mengabulkan doanya:
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّۢ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةًۭ مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَـٰبِدِينَ
Artinya: “Maka Kami kabulkan doanya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beribadah.” (QS. Al-Anbiya: 84)
Kesembuhan dan karunia yang kembali kepada Nabi Ayyub AS bukanlah akhir dari perjuangannya, tapi merupakan bukti bahwa kesabaran sejati akan dibalas oleh Allah dengan kelimpahan karunia, bahkan di dunia.
Hadits tentang Kesabaran dalam Sakit
Sumber: