Olahraga Sunnah: Memanah, Berkuda, dan Berenang dalam Agama Islam
Radarseluma.disway.id - Olahraga Sunnah: Memanah, Berkuda, dan Berenang dalam Agama Islam--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Islam adalah agama yang tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga memperhatikan kesehatan jasmani umatnya. Dalam syariat Islam, tubuh yang sehat merupakan salah satu sarana penting untuk menunaikan ibadah dengan optimal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan melalui olahraga bukan hanya dianjurkan, tetapi juga dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Di antara jenis olahraga yang dianjurkan dalam Islam adalah memanah, berkuda, dan berenang. Ketiga olahraga ini disebut sebagai olahraga sunnah karena Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian khusus terhadapnya, baik melalui sabda maupun praktik langsung dalam kehidupan beliau.
Olahraga bukan semata-mata aktivitas fisik, tetapi juga sarana untuk meningkatkan ketahanan fisik, keterampilan, dan kekuatan mental, yang semuanya berperan dalam membentuk karakter seorang Muslim yang tangguh dan siap menghadapi tantangan hidup.
Memanah dalam Islam
Memanah adalah salah satu keterampilan penting yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat. Memanah bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari kesiapsiagaan umat Islam dalam menjaga diri dan agama. Dalam banyak riwayat, Nabi mendorong umat Islam untuk belajar memanah.
Dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi:
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى نَفَرٍ مِنْ أَسْلَمَ يَنْتَضِلُونَ فَقَالَ: «ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا، أَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ»
Artinya:
Dari Salamah bin Al-Akwa', ia berkata: Nabi SAW melewati sekelompok orang dari suku Aslam yang sedang berlatih memanah. Beliau bersabda: "Panahlah wahai Bani Ismail! Sesungguhnya nenek moyang kalian adalah pemanah. Aku bersama kelompok fulan." (HR. Bukhari no. 2877, Muslim no. 1910)
Hadits ini menunjukkan bahwa memanah adalah bagian dari identitas dan keterampilan yang diwariskan dari Nabi Ismail ‘alaihis salam, dan merupakan aktivitas yang bernilai ibadah apabila diniatkan untuk menjaga kekuatan umat.
Rasulullah SAW juga bersabda:
«عَلَيْكُمْ بِالرِّمَايَةِ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ لَهْوِكُمْ»
Artinya:
"Hendaklah kalian belajar memanah, karena sesungguhnya ia adalah sebaik-baik hiburan kalian." (HR. Al-Bazzar dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 4028)
BACA JUGA:Menjaga Lisan dari Perkataan yang Sia-Sia: Antara Adab dan Amanah Lisan dalam Pandangan Islam
Berkuda dalam Islam
Berkuda adalah salah satu keterampilan penting dalam sejarah peradaban Islam, terutama dalam konteks pertahanan dan pertempuran. Islam mendorong umatnya untuk belajar menunggang kuda karena kemampuannya sangat berguna dalam banyak aspek kehidupan, termasuk jihad fi sabilillah.
Dalam Al-Qur'an Surat Al-Anfal ayat 60 Allah SWT berfirman yang berbunyi:
وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ
Artinya:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang..." (Surah Al-Anfal: 60)
Ayat ini menekankan pentingnya persiapan kekuatan, termasuk dalam bentuk kuda perang. Ulama tafsir menjelaskan bahwa ini mencakup berbagai bentuk kesiapan, baik fisik, senjata, maupun keahlian berkuda.
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:
الخَيْلُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِيهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya:
"Kebaikan itu tetap berada pada ubun-ubun kuda hingga hari kiamat." (HR. Bukhari no. 2849, Muslim no. 1871)
Hadits ini menunjukkan bahwa kuda memiliki nilai strategis dan keutamaan tersendiri dalam Islam, serta memberikan manfaat yang terus berlangsung.
Berenang dalam Islam
Berenang adalah olahraga yang sangat baik untuk kesehatan fisik, memperkuat otot, meningkatkan daya tahan tubuh, serta dapat menyelamatkan nyawa. Rasulullah SAW tidak secara eksplisit disebutkan dalam hadits sahih sedang berenang, tetapi beliau menganjurkan para orang tua agar mengajarkan anak-anak mereka berenang. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab yang mana berbunyi:
«عَلِّمُوا أَوْلَادَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوبَ الْخَيْلِ»
Artinya:
"Ajarkanlah anak-anak kalian berenang, memanah, dan menunggang kuda." (Diriwayatkan oleh Umar bin Khattab,)
Walaupun hadits ini statusnya tidak sekuat shahih, banyak ulama menyetujui maknanya karena sejalan dengan prinsip Islam menjaga kekuatan jasmani dan keterampilan hidup. Berenang dapat menjadi pelatihan untuk kepercayaan diri, keselamatan, dan daya tahan.
BACA JUGA:Membiasakan Diri untuk Menumbuhkan Sifat Tawadhu dalam Diri
Manfaat Jasmani dan Rohani
Ketiga olahraga ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga melatih ketahanan jiwa, konsentrasi, dan kepercayaan diri. Dalam memanah, seseorang belajar fokus dan ketenangan. Dalam berkuda, seseorang melatih keberanian dan kepemimpinan. Dalam berenang, seseorang melatih keberanian, kelincahan, dan kepercayaan diri.
Dalam konteks ibadah, tubuh yang sehat akan membantu seorang Muslim lebih khusyuk dalam ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
Artinya:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim no. 2664)
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang menyeluruh dan menekankan keseimbangan antara ruh dan jasad. Olahraga seperti memanah, berkuda, dan berenang adalah bentuk nyata perhatian Islam terhadap kebugaran fisik. Ketiga olahraga tersebut tidak hanya dianjurkan karena manfaat duniawinya, tetapi juga karena dapat menunjang peran seorang Muslim dalam membela agama, menjaga diri, dan memperkuat mental.
Sudah saatnya umat Islam kembali menghidupkan semangat olahraga sunnah ini, tidak sekadar sebagai rutinitas fisik, tetapi juga bagian dari mengamalkan sunnah Nabi SAW dan memperkuat karakter diri. Melalui olahraga yang diajarkan Rasulullah SAW kita membentuk generasi Muslim yang kuat jasmani dan rohani, siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat Islam yang kokoh dan visioner.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani Rasulullah SAW secara kaffah, termasuk dalam menjaga kesehatan jasmani demi pengabdian terbaik kepada-Nya. Aamiin.(djl)
Sumber: