Dakwah: Menyebarkan Kebaikan kepada Sesama
Radarseluma.disway.id - Menyebarkan Kebaikan kepada Sesama--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dakwah merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam. Ia bukan sekadar aktivitas menyampaikan ajaran agama, tetapi juga merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama manusia. Islam mengajarkan bahwa menyampaikan kebenaran adalah kewajiban, sebagaimana halnya menyelamatkan seseorang dari bahaya dunia dan akhirat. Dalam Islam, dakwah tidak hanya tugas para ulama atau ustaz, tetapi menjadi tanggung jawab setiap Muslim sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.
Makna Dakwah dalam Islam
Secara bahasa, dakwah berasal dari kata da‘ā (دَعَا) yang berarti "memanggil", "mengajak", atau "menyeru". Secara istilah, dakwah berarti mengajak manusia kepada kebaikan, yaitu menuju jalan Allah SWT berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Dakwah mencakup ajakan untuk beriman, beramal saleh, dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk aktif dalam berdakwah, sebagaimana firman-Nya:
وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةٞ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلۡخَيۡرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.".(QS. Ali Imran: 104)
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah adalah tanggung jawab kolektif yang harus diemban oleh umat Islam. Seruan kepada kebaikan merupakan misi mulia yang menuntut kesabaran, ilmu, dan akhlak yang baik.
BACA JUGA:Menjaga Lisan dari Perkataan yang Sia-Sia: Antara Adab dan Amanah Lisan dalam Pandangan Islam
Dakwah dalam Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan utama dalam berdakwah. Beliau menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kelembutan, kesabaran, dan keteladanan. Beliau memulai dakwah dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sahabat terdekat, kemudian meluas ke seluruh jazirah Arab hingga umat Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
Artinya: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR. al-Bukhari, no. 3461)
Hadits ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim agar tidak merasa kecil atau tidak layak dalam menyampaikan kebaikan. Asalkan memiliki pemahaman yang benar dan niat yang tulus, maka setiap orang dapat menjadi juru dakwah dalam lingkungannya.
Tujuan Dakwah: Menyebarkan Kebaikan
Tujuan utama dakwah adalah menyebarkan kebaikan dan memperbaiki kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Dakwah bukan untuk mencela atau menjatuhkan, melainkan untuk membangkitkan kesadaran dan mengajak kepada jalan yang benar.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ
Artinya: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (QS. An-Nahl: 125)
Ayat ini menekankan bahwa metode dalam berdakwah harus penuh hikmah, bijak, dan tidak kasar. Tujuan dari dakwah bukanlah kemenangan debat, melainkan membuka hati manusia untuk menerima hidayah Allah SWT.
Etika dalam Berdakwah
Keberhasilan dakwah sangat bergantung pada akhlak dan pendekatan sang da’i (pendakwah). Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang agung dalam bersikap:
فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظّٗا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ
Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran: 159)
Ayat ini menggambarkan pentingnya kelembutan dalam menyampaikan dakwah. Sikap keras dan kasar hanya akan menutup hati manusia dari menerima kebenaran.
BACA JUGA:Membiasakan Diri untuk Menumbuhkan Sifat Tawadhu dalam Diri
Peran Setiap Muslim dalam Dakwah
Dakwah bukan hanya tanggung jawab para ulama atau ustaz, tetapi menjadi tugas bersama seluruh umat Islam. Bahkan, dalam lingkungan keluarga, sahabat, tempat kerja, dan media sosial, setiap Muslim memiliki peran untuk menyebarkan kebaikan. Tidak harus dalam bentuk ceramah besar atau tulisan panjang, tapi bisa juga berupa nasihat sederhana, tindakan baik, atau ajakan halus untuk shalat, membaca Al-Qur’an, atau meninggalkan kemaksiatan.
Allah SWT berfirman:
وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلٗا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ
Artinya: "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslim).'" (QS. Fussilat: 33)
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berdakwah dengan amal saleh adalah orang yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa dakwah adalah misi mulia yang diwariskan dari para nabi dan menjadi kewajiban kolektif umat Islam. Dakwah bukanlah tugas berat yang harus dilakukan secara formal semata, tetapi bisa dilakukan oleh siapa saja sesuai dengan ilmunya, dengan cara yang bijak dan penuh kasih sayang. Tujuan utamanya adalah menyebarkan kebaikan, memperbaiki masyarakat, dan menyelamatkan manusia dari kebinasaan dunia dan akhirat.
Mari kita jadikan hidup ini sebagai ladang dakwah. Mulailah dari hal kecil dan lingkungan terdekat. Sampaikan satu ayat, satu hadis, satu kalimat nasihat, atau satu perbuatan baik yang bisa menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah. Karena Rasulullah SAW bersabda:
لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Artinya: "Jika Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta paling berharga saat itu)." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang menyeru kepada kebaikan, menegakkan yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar, serta menjadi manusia yang beruntung di dunia dan akhirat. Amin. (djl)
Sumber: