MENINGKATKAN KUALITAS SHALAT DI HARI-HARI TASYRIK

MENINGKATKAN KUALITAS SHALAT DI HARI-HARI TASYRIK

Radarseluma.disway.id - MENINGKATKAN KUALITAS SHALAT DI HARI-HARI TASYRIK--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.dosway.id - Hari-hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dalam Islam, hari-hari ini merupakan waktu yang sangat istimewa dan penuh dengan keutamaan. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “Ayyamu Aklin wa Syurbin wa Dzikirillah”—hari makan, minum, dan mengingat Allah. Di antara bentuk paling utama dalam mengingat Allah adalah melalui shalat, ibadah harian yang menjadi tiang agama. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas shalat di hari-hari Tasyrik merupakan upaya yang sejalan dengan anjuran syariat dan semangat ruhiyah yang luhur.

Makna Hari Tasyrik dan Keutamaannya

Hari Tasyrik adalah hari-hari yang dilarang untuk berpuasa karena merupakan hari bersyukur dan bersuka cita atas nikmat Allah, terutama setelah pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan kurban. Allah SWT berfirman:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ

Artinya: “Dan berdzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Baqarah: 203)

Mayoritas ulama tafsir seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menjelaskan bahwa “beberapa hari yang telah ditentukan” dalam ayat ini adalah hari-hari Tasyrik. Ini menandakan bahwa hari-hari ini memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi, terutama dzikir dan shalat yang merupakan bentuk dzikir tertinggi dan paling agung.

Rasulullah SAW bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Artinya: “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah.” (HR. Muslim, no. 1141)

Hadits ini menjelaskan bahwa inti dari perayaan hari Tasyrik bukan sekadar pesta makan, melainkan momentum spiritual untuk memperbanyak dzikir dan ibadah kepada Allah. Salah satu bentuk dzikir yang paling sempurna adalah shalat.

BACA JUGA:Kurban: Momentum Mempererat Persaudaraan

Urgensi Meningkatkan Kualitas Shalat di Hari Tasyrik

Shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat, dan merupakan ibadah yang akan pertama kali dihisab pada hari kiamat. Dalam hari-hari Tasyrik yang penuh berkah, sangat disayangkan jika ibadah ini hanya dikerjakan secara rutinitas tanpa kesungguhan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Sumber:

Berita Terkait