Tanda-tanda Hati Yang Bersih Dan Lembut Di Bulan Dzulqa'dah

Tanda-tanda Hati Yang Bersih Dan Lembut Di Bulan Dzulqa'dah

Radarseluma.disway.id - Tanda-tanda Hati Yang Bersih Dan Lembut Di Bulan Dzulqa'dah--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah termasuk dalam deretan asyhurul hurum (bulan-bulan suci) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Dzulqa’dah merupakan momen istimewa untuk melakukan introspeksi, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta mengasah sensitivitas hati agar lebih bersih dan lembut. Dalam Islam, kebersihan hati merupakan cerminan utama dari kualitas keimanan seseorang. Hati yang bersih dan lembut akan memancarkan perilaku yang penuh kasih, empati, dan kedamaian.

Maka, momen Dzulqa’dah sepatutnya menjadi titik refleksi untuk mengevaluasi kondisi hati kita. Apakah hati kita sudah bersih dari kedengkian? Apakah sudah lembut dalam menerima kebenaran dan menyayangi sesama?

Tanda-Tanda Hati yang Bersih dan Lembut

1. Mudah Menerima Kebenaran dan Nasehat

Salah satu tanda hati yang bersih dan lembut adalah keterbukaannya terhadap kebenaran dan nasihat, walaupun datang dari orang yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya. Allah SWT berfirman:

فَبَشِّرْ عِبَادِ، الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

Artinya: “Maka sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

Hati yang lembut tidak membangkang terhadap kebenaran. Ia tidak keras kepala atau merasa paling benar sendiri, namun senantiasa rindu pada nasihat yang menyejukkan dan memperbaiki diri.

2. Mudah Menangis Karena Takut kepada Allah

Air mata karena takut kepada Allah adalah bukti kehalusan dan kelembutan hati. Rasulullah SAW bersabda:

عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: “Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi, no. 1639)

Tangisan karena rasa takut kepada Allah merupakan indikator bahwa hati tidak tertutup oleh dosa dan masih memiliki kepekaan iman.

Sumber:

Berita Terkait