Tiga Amalan Kunci: Dzikir, Tilawah, dan Sedekah di Bulan Dzulqa’dah
Radarseluma.disway.id - Tiga Amalan Kunci: Dzikir, Tilawah, dan Sedekah di Bulan Dzulqa’dah--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah adalah salah satu dari empat bulan haram (الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ) yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan ini termasuk dalam rangkaian bulan-bulan suci yang mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal shalih, serta meninggalkan dosa dan maksiat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-taubah ayat 36 yang mana berbunyi:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..." (QS. At-Taubah: 36)
Salah satu cara untuk menghidupkan bulan mulia ini adalah dengan memperbanyak tiga amalan kunci yang disebut dalam banyak nash syar’i, yakni: dzikir (mengingat Allah), tilawah (membaca Al-Qur’an), dan sedekah (memberi kepada sesama).
1. Dzikir: Menyegarkan Hati yang Lupa
Dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Di bulan Dzulqa’dah, ketika suasana hati mulai tenang setelah bulan Syawal, dzikir dapat menjadi cara untuk menjaga ruhani tetap hidup dan terjaga.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 152 yang mana berbunyi:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar (kepada-Ku).” (QS. Al-Baqarah: 152)
Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:;
سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ. قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
Artinya: “Orang-orang yang menyendiri telah mendahului.” Para sahabat bertanya, “Siapa orang-orang yang menyendiri itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR. Muslim)
Dengan memperbanyak dzikir, hati menjadi tenang, jiwa terhubung dengan Ilahi, dan langkah hidup lebih terarah. Di bulan Dzulqa’dah, dzikir bisa dilakukan secara rutin setelah shalat, saat berjalan, atau bahkan dalam keheningan malam.
BACA JUGA:Bersikap Lembut dan Pemaaf: Akhlak Mulia yang Diperkuat di Bulan Dzulqa'dah Ini
2. Tilawah: Menjadikan Al-Qur'an Sebagai Sahabat
Sumber: