Hikmah dari Peristiwa-Peristiwa Besar dalam Islam Part Dua Tamat
Radarseluma.disway.id - Hikmah dari Peristiwa-Peristiwa Besar dalam Islam Part Dua Tamat --
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Islam sebagai Agama yang sempurna bukan hanya menyampaikan tuntunan ibadah dan akhlak, tetapi juga menghadirkan pelajaran-pelajaran berharga dari sejarah. Sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Islam bukan sekadar kejadian biasa, melainkan sarana untuk mengambil hikmah, memperkuat keimanan, dan menata langkah hidup sesuai ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 111 yang mana berbunyi:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya: "Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal." (QS. Yusuf: 111)
Ayat ini menegaskan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an, maupun dalam sejarah Islam, bukanlah dongeng, tetapi sumber pelajaran dan ibrah.
Sebelumnya sudah 5 peristiwa besar dalam sejarah Islam pada part Satu di part Dua ini kita kembali membahas beberapa peristiwa penting lainnya berikut penampakannya:
BACA JUGA:Hikmah dari Peristiwa-Peristiwa Besar dalam Islam Part Satu
6. Perang Uhud: Kekuatan dalam Menghadapi Cobaan
Perang Uhud merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, di mana umat Islam mengalami kekalahan pertama setelah kemenangan di Perang Badar. Meskipun pasukan Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah SAW memiliki keunggulan, namun mereka tidak berhasil mempertahankan posisi mereka karena kesalahan sebagian pasukan pemanah yang meninggalkan posisi mereka di bukit Uhud, yang diserang oleh pasukan Quraisy.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali ayat 153 yang mana berbunyi mengenai peristiwa ini:
وَإِذْ صَارَتْ لَكُمُ الْمُدَّةُ فِي رِؤُوسِكُمْ وَاللَّهُ لَا يَحْبُّ ذِينَ يَخُونُونَ وُعُودًا
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika kalian lari tanpa memperhatikan siapa pun dan Rasul pun memanggil kalian (di belakang)..." (QS. Ali-Imran: 153)
Hadits sahih dari Rasulullah SAW tentang peristiwa ini menunjukkan bahwa kekalahan tersebut mengandung banyak pelajaran sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
إِنَّمَا النَّصْرُ مَعَ الصَّبْرِ وَالْفَرَجُ مَعَ الْكَرْبِ وَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: "Sesungguhnya kemenangan bersama kesabaran, dan kelapangan datang bersama kesulitan. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan." (HR. Bukhari)
Dari peristiwa ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap perjuangan pasti ada ujian dan cobaan, dan bagaimana kita harus bisa bersabar dan tetap teguh dalam menghadapi kesulitan. Allah tidak membiarkan umat-Nya sendiri; bahkan dalam kekalahan, ada pelajaran berharga untuk mempersiapkan kemenangan yang lebih besar di masa depan.
7. Perang Hunain: Kebesaran Allah dalam Menjaga Keimanan
Perang Hunain terjadi setelah penaklukan Makkah, ketika pasukan Muslimin dihadapkan dengan pasukan besar dari suku Hawazin yang berjumlah jauh lebih banyak. Pada awalnya, pasukan Muslimin merasa percaya diri dengan jumlah mereka yang besar, namun ternyata mereka hampir mengalami kekalahan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an mengenai peristiwa ini yang mana terdapat dalam Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 25 yang mana berbunyi:
وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ فَرَحْتُمْ بِكَثْرَتِكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ﴾
Artinya: "Dan (ingatlah) hari Hunain ketika kamu merasa bangga karena banyaknya jumlahmu, tetapi jumlah itu tidak memberi manfaat sedikit pun bagimu, dan bumi yang luas ini terasa sempit bagi kalian, kemudian kalian pun lari ke belakang."
(QS. At-Taubah: 25)
Namun, Rasulullah SAW tidak pernah patah semangat, dan dengan pertolongan Allah, pasukan Muslimin akhirnya memperoleh kemenangan.
Dari peristiwa ini adalah pentingnya tawakkal kepada Allah, bukan hanya mengandalkan jumlah atau kekuatan materi. Kemenangan hakiki datang dari Allah yang Maha Kuasa, dan dalam setiap kesulitan terdapat rahmat-Nya.
BACA JUGA:Menjadikan Syawal sebagai Awal Perubahan Diri
8. Penaklukan Yerusalem (Baitul Maqdis)
Penaklukan Yerusalem adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah peradaban Islam, yang dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab setelah masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW. Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga keberhasilan dalam menunjukkan sikap adil dan toleran.
Ketika memasuki Yerusalem, Umar bin Khattab memberikan kebebasan beragama kepada penduduk kota, menjamin keamanan mereka, dan menjaga tempat-tempat ibadah mereka. Beliau menulis dalam perjanjian dengan penduduk Yerusalem sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi:
إِنَّ لَكُمْ أَمْوَالَكُمْ وَأَنْفُسَكُمْ وَالْأَرْضَ وَالْمَعَابِدَ لَا تَحْتَسِبُوهَا إِلَّا لِلَّهِ وَحْدَهُ
Artinya: "Kalian memiliki hak atas harta benda, jiwa kalian, tanah kalian, dan tempat-tempat ibadah kalian, dan itu hanya untuk Allah semata." (HR. Ahmad)
Dari peristiwa ini adalah pentingnya kebijakan yang adil dalam memimpin dan memberikan kebebasan beragama kepada orang lain. Islam mengajarkan kedamaian dan saling menghormati hak asasi manusia, meskipun dalam situasi peperangan dan penaklukan.
9. Peristiwa Pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin al-Ayyubi
Salahuddin al-Ayyubi adalah tokoh besar yang berhasil merebut kembali Yerusalem dari tangan pasukan Salib. Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan moral dan spiritual bagi umat Islam.
Salahuddin tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang cerdas, tetapi juga sebagai pemimpin yang berakhlak mulia. Ia memimpin dengan kebijaksanaan dan menegakkan keadilan, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Setelah merebut Yerusalem, ia memberikan perlindungan kepada penduduk kota, tidak membalas dendam, dan menunjukkan sikap penuh toleransi.
Dari peristiwa ini adalah bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan tanpa alasan yang sah. Salahuddin menegakkan prinsip keadilan dan rahmat dalam memimpin, serta menunjukkan betapa pentingnya menjaga kehormatan dan martabat setiap manusia, baik teman maupun lawan.
BACA JUGA:Menghadapi Rintangan Hidup dengan Sabar dan Syukur
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Islam mengandung pelajaran berharga bagi umat Muslim. Mereka mengajarkan kita tentang kesabaran, tawakal, keadilan, kebijaksanaan, serta pentingnya menjaga iman di tengah ujian hidup. Setiap peristiwa, baik kemenangan maupun kekalahan, adalah bagian dari takdir Allah yang harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan pelajaran untuk masa depan.
Sebagai umat Islam, sudah selayaknya kita merenungi sejarah tersebut untuk meningkatkan kualitas iman dan amal kita. Tidak ada peristiwa yang sia-sia dalam ajaran Islam, karena semuanya mengandung hikmah yang bisa kita ambil sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga dengan meneladani peristiwa-peristiwa besar ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin dekat kepada Allah SWT. (djl) Tamat
Sumber: