Menjaga Iman dan Hati: Nasihat Imam Al-Ghazali yang Abadi
Radarseluma.disway.id - Menjaga Iman dan Hati: Nasihat Imam Al-Ghazali yang Abadi--
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: "Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu’ara: 88–89)
Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi:
"إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ."
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
Menurut Imam Al-Ghazali, hati yang sakit akan menjauhkan seseorang dari hidayah. Maka ia menyerukan muhasabah (introspeksi) dan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai langkah utama menuju iman yang kokoh. Dzikir, istighfar, dan menyendiri untuk mengingat Allah adalah cara yang beliau ajarkan untuk memperbaiki hati.
3. Dunia adalah Ujian, Jangan Terlena
Salah satu nasihat paling sering diulang oleh Imam Al-Ghazali adalah tentang bahaya cinta dunia. Dunia adalah ujian, bukan tujuan. Ia bisa menjadi penghalang antara seorang hamba dengan Allah jika tidak disikapi dengan benar.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Hadid ayat 20 Allah SWT berfirman yang berbunyi:
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ...
Artinya: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak-anak." (QS. Al-Hadid: 20)
BACA JUGA:Syawal sebagai Waktu untuk Meningkatkan Ibadah Sunnah
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:
"إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ."
Artinya: "Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (menyenangkan), dan Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat apa yang kalian lakukan." (HR. Muslim)
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa dunia ibarat bayangan yang jika dikejar akan menjauh. Ia juga menegaskan bahwa hakikat kebahagiaan bukanlah pada banyaknya harta atau tingginya jabatan, melainkan pada dekatnya hati kepada Allah. Maka beliau mengajak umat untuk bersikap zuhud—bukan berarti meninggalkan dunia, tapi tidak diperbudak olehnya.
Sumber: